Bayu Mandara, Bayi Pertama yang Lahir di RSUD Bali Mandara
Bayu Mandara, Bayi Pertama yang Lahir di RSUD Bali Mandara

Kundur News – Denpasar – Bayu Mandara, itulah nama yang diberikan kepada bayi pertama yang lahir di RSUD Bali Mandara. Bayu Mandara lahir melalui proses operasi persalinan, pada Sabtu (18/11). Bayi laki-laki dengan berat 2,5 kg merupakan anak dari pasangan Hari Supratikno (40) dan Farida (34).

BACA: RS Mata Bali Mandara Siap Jadi Rujukan Indonesia Timur

Plt. Direktur RSUD Bali Mandara dr.Gede Magus Darmayasa menerangkan bahwa sebelumnya rumah sakit yang mulai beroperasi sejak 28 Oktober 2017 ini telah melakukan beberapa kali tindakan operasi antara lain operasi patah tulang dan pengangkatan kista ovarium. “Tapi untuk operasi kelahiran, ini baru pertama kali. Karena berkaitan dengan kehidupan baru, bagi kami ini istimewa dan patut disyukuri,” papar Darmayasa.

Darmayasa menyebutkan prosesnya operasi sangat lancar yaitu hanya berlangsung 18 menit dengan dibantu spesialis kandungan dr.IB Nyoman Suardiana Manuaba,SpOG dan spesialis anastesi dr.Iswahyudi.

Darmayasa menuturkan bahwa keberadaan RSUD Bali Mandara mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terbukti dari tingkat kunjungan pasien yang kian hari makin bertambah. Kunjungan ke Poliklinik tiap harinya bervariasi antara 40  hingga 90 orang. Sambil jalan, jajarannya akan terus melakukan evaluasi agar dapat memberi layanan kesehatan terbaik dan paripurna bagi masyarakat Bali.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang menyambangi  rumah sakit beralamat di Jalan By Pass Ngurah Rai itu menyampaikan selamat kepada pasangan Hari Supratikno dan Farida yang merupakan orang tua dari Bayu Mandara.

Selain mengucapkan selamat kepada orang tua bayi, Pastika juga mengapresiasi keberhasilan Tim Medis RSUD Bali Mandara yang membantu persalinan. “Kita bersyukur karena hari ini telah menyelamatkan dua nyawa,” ujarnya Pastika.

BACA: Rumah Sakit Bertaraf Internasional, Akan ada di Bali

BACA: Wujudkan RS Berstandar Internasional, Bali Gandeng Badan Akreditasi Internasional

Pastika berharap RSUD Bali Mandara terus berpacu meningkatkan kualitas layanan. Untuk menyemangati tim medis RSUD Bali Mandara yang relatif masih muda, Pastika berbagi pengalaman saat ia harus menjalani operasi jantung pada sebuah rumah sakit di Singapura.

“Kalau di sana, pasien mendapat penjelasan sangat detail tentang proses operasi yang akan dijalani,” ujarnya seraya berharap rumah sakit rintisan provinsi ini bisa menerapkan standar layanan internasional.*