Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Denpasar, Rabu (2/8).
Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Mata Bali Mandara, Denpasar, Rabu (2/8).

Kundur News –DenpasarRumah Sakit Mata Bali Mandara siap untuk menjadi rumah sakit mata rujukan untuk wilayah Indonesia Timur. Kesiapan tersebut terkait kesiapan fasilitas dan layanan terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit milik pemerintah provinsi Bali tersebut. Kesiapan tersebut disampaikan langsung Gubernur Bali Made Mangku Pastika seusai melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Rabu (2/8).

Pastika mengaku optimis, Rumah Sakit Mata Bali Mandara mampu sebagai rumah sakit rujukan regional Indonesia wialayah timur. Mengingat lokasi Rumah Sakit Mata Bali Mandara juga sangat representatif.

“Saya kira rumah sakit ini sangat untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan regional khusunya untuk mata di wilayah Indonesia timur mengingat rumah sakit ini sangat lengkap dan terbaik di wilayah kita,” ungkap Pastika.

Pastika sangat mengharapkan agar Rumah Sakit Mata Bali Mandara tersebut bisa memenuhi pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Bali secara optimal sehingga dapat lebih cepat lagi dalam membantu masyarakat. Apalagi sebelumnya sering terjadi antrian panjang untuk memperoleh layanan pemeriksaan dan operasi mata.

“Jangan hanya bisa menjadi RS regional melainkan juga harus mampu memberikan pelayanan pemeriksaan mata kepada masyarat Bali dengan baik, itu yang utama, dengan adanya pelayanan yang lebih banyak dan lebih komplit seperti ini, saya harapkan mereka bisa tertolong dengan baik,”harap Pastika.

Pastika mengakui masih banyak peralatan yang belum tersedia dan sedang dalam proses sampai saat ini. Hal tersebut dikarenakan adanya revisi mengenai spec yang diperlukan sehingga agak lambat namun saat ini sudah dalam proses pengerjaan.

Lebih lanjut Pastika menyampaikan, saat ini sudah ada 1 dari 6 ruang operasi yang sudah siap, sehingga kalaupun mau dibuka menurut Pastika RS tersebut sudah siap tinggal menunggu furniturenya saja, namun untuk openingnya ia mengaku akan mengalami kemunduruan.

“Jadi saya rasa openingnya akan mengalami kemunduran. Mungkin akhir tahun ini atau bulan November mendatang karena di bulan tersebut bertepatan dengan hari kesehatan. Ya saya harap bisa opening pada saat itu, kita tetap berdoa dan berusaha karena ini untuk kepentingan masyarakat Bali,” tegas Pastika.*