narkoba1

 

 

+

+

+
Permasalahan narkotika telah menjadi penyakit kronis di Indonesia. Presiden Joko Widodo, pun telah menyatakan Indonesia darurat narkotika.

Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), angka pengguna narkotika di Tanah Air sudah menembus angka 4 juta orang. Setiap hari, ada 40 sampai 50 orang meninggal dunia akibat barang haram itu.

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso (Buwas), menyatakan perlu sikap tegas memberantas peredaran narkoba di Indonesia, mulai dari hilir hingga ke hulu. Tidak bisa diserahkan kepada satu instansi saja, namun perlu kerjasama semua pihak seperti BNN, Polri, TNI, termasuk masyarakat.

“Kalau presiden sudah mengatakan negara dalam kondisi darurat narkoba, kita harus menyatakan perang terhadap narkoba. Kalau perang, semuanya berperang. Ibaratnya, angkat senjata untuk melawan mafia-mafia narkoba,” ujar Buwas, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/9).

Dikatakan Buwas, pengguna narkoba terus meningkat tahun demi tahun. Puluhan orang meninggal setiap harinya di Indonesia akibat narkoba.

“Bayangkan ini pembunuhan yang dilakukan bandar-bandar narkoba itu. Jadi kita harus betul-betul perang terhadap mafia narkoba, karena mereka telah melakukan perusakan dan pembunuhan terhadap generasi muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mafia narkoba terus berupaya mencari cara untuk memasukan narkoba ke Indonesia. Sasarannya pun semakin tidak masuk akal hingga anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

“Ini yang berbahaya dan akan berkembang. Masalah regenerasi pangsa pasar yang dilakukan mafia narkoba sudah terjadi. Anak-anak TK sudah dijadikan pangsa pasar berikutnya. Dari sekarang sudah dilakukan dengan menjual permen-permen yang berkadar narkotika. Ini sudah ada. Apakah kita biarkan?” katanya.

Buwas menyebutkan, sudah ada 38 dari 240 narkotika jenis baru yang masuk ke Indonesia.

“Ini harus betul-betul serius ditangani. Kami ini tidak mencari nama. Kami bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Siapapun yang berhasil untuk negara ini,” tukasnya.

+
suber : babe