Kundurnews – Jakarta – Kebijakan pemerintah melarang ekspor mineral mentah justru menarik investasi lebih banyak masuk ke Indonesia. Salah satunya dari China, yang sebelumnya merupakan importir mineral mentah asal Indonesia

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan pemerintah sedang menjaring investasi dari China senilai US$ 8 miliar. Di sisi lain, sekitar US$ 5 miliar investasi dari China telah masuk ke Indonesia.

“Separuh industri stainless steel yang di China itu sudah di sini, kita nggak perlu lagi ekspor. Mereka sudah ada di sini biar mereka serap, tapi aturan-aturan yang ada harus diselaraskan,” ujar Putu, di Kementerian Perindustrian, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016), dilansir laman detik.com

Ia menyebut ada 27 perusahaan yang berinvestasi, 6 diantaranya adalah anggota AP3I (Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia). Beberapa perusahaan yang berinvestasi adalah PT Sulawesi Mining Investment, PT Century Metalindo, PT Gebe Industry Nikel, PT Virtue Dragon.

Investasi yang masuk tersebut kebanyakan di Indonesia timur seperti Maluku dan Sulawesi. Diharapkan dengan masuknya industri smelter di sana akan tumbuh kawasan industri baru. Hal itu agar penyebaran industri menyebar ke arah timur.

“Kita mengejar kapasitas 2 juta ton per tahun dan itu setara separuh stainless steel yang diminta Eropa. Itu nilai tambahnya akan sangat tinggi, itu yang dikejar sekarang, itu tidak hanya berhenti sampai proses menjadi Nikel Pig Iron (NPI), kita akan terus sampai pada hilir menjadi stainless steel,” tegas Putu.

Diharapkan juga dengan adanya kota-kota industri di Indonesia timur akan menciptakan tol laut. Kapal-kapal akan beroperasi banyak di sana karena ada muatan yang disebabkan transaksi jual beli yang sering terjadi.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba P Hutapea menambahkan pemerintah telah berupaya meyakinkan investor untuk melakukan investasi di Indonesia. Hasilnya terdapat 22 proyek dengan nilai investasi US$ 2,5 Miliar dan Rp 1,4 Triliun yang telah melakukan produksi.