kronologi-20-jam-setelah-hilangnya-airasia

01.33 WIB: Penerbang Fadjar Nugraha membuat surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang marah besar lantaran Direktur AirAsia menyebut briefing pilot terkait cuaca merupakan cara kuno. Fadjar mengatakan informasi cuaca dari BMKG yang bisa diakses lewat internet memudahkan pilot tanpa harus briefing.

01.13 WIB: Kondisi jenazah korban AirAsia QZ8501 yang tidak utuh membuat tim DVI kesulitan menentukan identitas korban. Waktu yang dibutuhkan lebih besar, karena harus melalui proses lain yang lebih rumit.

01.01 WIB: Jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, Kevin Alexander Soetjipto (22) telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (2/1). Rencananya jenazah Kevin akan disemayamkan selama dua hari sebelum dikremasi pada 4 Januari mendatang.

00.13 WIB: Keluarga korban AirAsia QZ8501 proses serah terima jenazah ditayangkan live oleh media. Mereka protes ke pihak Polda Jawa Timur, dan meminta awak media, baik lokal maupun internasional, untuk menghormati privasi keluarga korban.

23.37 WIB: Tim DVI gandeng Interpol lengkapi data antemortem Remi Emanuel Flash, co-pilot AirAsia QZ8501.

22.13 WIB: Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia, Achmad Sadikin membantah penerbangan AirAsia QZ8501 ilegal.

21.35 WIB: Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dan tim gabungan terkendala gelombang tinggi, dalam pencarian dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501. Untuk antisipasi ke depan, mereka akan menerima bantuan dari SKK Migas.

21.33 WIB: Setelah satu jam disemayamkan, jenazah wanita bernama lengkap Khairunnisa Haidar Fauzi itu langsung dikebumikan di pemakaman keluarga di Bukit Lama, Palembang.

21.30 WIB: KJRI Frankfurt bersama dengan Masjid Indonesia Frankfurt menggelar salat gaib untuk korban pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Pangkalanbun, Minggu (28/12) lalu.

21.27 WIB: Jenazah Grayson Herbert Linaksita, korban kecelakaan AirAsia QZ8501 masih berada di rumah persemayaman. Kakak Grayson, David Linaksita mengatakan belum ada pembicaraan antar keluarga terkait pemakaman Grayson.

21.16 WIB: Kementerian Perhubungan mendesak seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia untuk melakukan briefing antara pilot dan Flight Operation Officer (FOO) sebelum lepas landas.

21.11 WIB: Air Traffic Control (ATC) membenarkan pilot pesawat AirAsia QZ8501 meminta naik ke ketinggian 38.000 kaki dari 32.000 kaki. General Manager ATC Jakarta, Budi Hendro menduga, permintaan pilot itu hanya untuk mendapat penerbangan nyaman.

20.55 WIB: Kementerian Perhubungan membekukan sementara izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura (PP). Pembekukan izin ini efektif berlaku 2 Januari 2015 sampai hasil evaluasi dan investigasi rampung.

20.44 WIB: Direktur operasional Basarnas Pangkalanbun, Marsekal Pertama SB Supriadi mengakui kelemahan fasilitas armadanya yang digunakan untuk melakukan evakuasi korban kecelakaan AirAsia QZ8501. Apalagi jika dibandingkan dengan armada Amerika Serikat yang terbukti mampu mengevakuasi belasan jenazah.

20.41 WIB: Pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh di perairan Karimata, Minggu (2/1) ternyata penerbangan ilegal. Sebab, maskapai AirAsia dengan rute itu tidak diberikan izin terbang pada hari Minggu.

20.39 WIB: Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dan tim gabungan menemukan 21 jenazah pada pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501 di hari keenam, Jumat (2/1). Dari jenazah yang ditemukan, terdapat dua jenazah terikat di kursi penumpang.

20.31 WIB: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri akan mendapat bantuan dari tim DVI luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Australia. Direktur Eksekutif DVI Mabes Polri Kombes Pol Anton Castilani mengatakan, tim DVI luar negeri akan tiba pada pekan depan.

20.24 WIB: Sebanyak 30 jenazah penumpang dan awak AirAsia QZ8501 sudah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan di perairan Selat Karimata Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, 22 jenazah sudah berhasil dievakuasi ke daratan dan 8 jenazah masih berada di KRI Bung Tomo.

20.17 WIB: Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dan tim gabungan memaksimalkan pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501. Mereka akan tetap melakukan pencarian walaupun malam hari.

20.02 WIB: Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia terbukti mengabaikan aturan standar jelang penerbangan. Pihak maskapai baru mengambil laporan kondisi cuaca di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pukul 07.00 WIB setelah pesawat nomor penerbangan QZ8501 rute Surabaya-Singapura hilang kontak.

20.02 WIB: Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dan tim gabungan menambah lokasi pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501. Untuk menyisir lokasi tambahan tersebut, tiga kapal ditugaskan untuk menyisir.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo mengungkapkan, penambahan ini dilakukan setelah melakukan evaluasi. Sehingga dalam pencarian hari keenam ini terdapat tiga titik lokasi pencarian. “Ada ditemukan banyak sekali dioperasi pencarian, sehingga saya harus mengubah dan menambah sektor pencarian yang seharusnya hanya dua menjadi tiga sektor hari ini,” katanya di Kantor Basarnas Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).

19.49 WIB: Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo mengungkapkan terdapat delapan dari 21 jenazah ditemukan belum tiba di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Ini lantaran delapan jenazah tersebut masih berada di atas kapal. “Detik ini masih belum berhasil sampai ke Pangkalanbun dan masih berusaha melawan gelombang, sampai detik ini belum berhasil. Tapi kedelapannya sudah ada di atas kapal,” ungkapnya di Kantor Basarnas Pusat, Kemayoran, Jakarta. Jumat (2/1).

19.32 WIB: Ada firasat aneh yang dia rasakan saat berada di dekat Syaiful, dua hari sebelum tragedi AirAsia terjadi. Rudi yang juga berprofesi sebagai teknisi avionic di AirAsia itu, mengaku mencium bau harum pada tubuh Syaiful yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.

19.08 WIB: Sepuluh jenazah penumpang AirAsia QZ8501 sudah diberangkatkan ke Surabaya pada Jumat (2/1) sore. Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Pol Anton Castilani mengatakan, 10 jenazah yang diberangkatkan terdiri dari empat laki-laki dewasa dan empat perempuan dewasa.

18.13 WIB: Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Bambang Hermanu meminta masyarakat di pesisir pantai perairan Kalimantan Tengah untuk berpartisipasi membantu pencarian jenazah dan puing AirAsia QZ8501. Hal itu dalam rangka meningkatkan upaya pencarian karena sudah memasuki hari keenam

17.26 WIB:Jumlah jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil dievakuasi terus bertambah. Sejak kemarin malam, kapal USS Sampson milik Amerika Serikat telah menemukan 12 jenazah korban pesawat nahas itu. Informasi ini cukup mengagetkan Basarnas yang ada di Lanud Iskandar. Informasi yang beredar sebelumnya, jenazah yang ditemukan oleh USS Sampson berjumlah sebanyak enam orang.

16.43 WIB: Sepenting apakah peta cuaca buat pilot yang akan terbang?

16.29 WIB: Sebanyak 41 orang dari 162 penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, berasal dari Gereja Mawar Sharon Surabaya. Pendeta gereja tersebut Philip Mustofa mengatakan para anggota jemaatnya akan pergi ke Singapura untuk berlibur.

16.14 WIB:Proses identifikasi jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 dengan label B002 sempat membuat tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim kesulitan. Setelah tiga hari, akhirnya tim sepakat menyatakan jenazah itu atas nama Grayson Herbert Linaksita .

15.49 WIB: Tiga jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Identitas mereka adalah Grayson Herbert Linaksita, Khairunnisa Haidar Fauzi, dan Kevin Alexander Soetjipto.

15.21 WIB: Fakta terbaru muncul terkait penerbangan AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh di perairan Selat Karimata, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Diketahui, saat itu petugas Flight Operation Officer (FOO) terlambat mengambil peta cuaca pada hari nahas 28 Desember 2014 itu. “Betul, pihak maskapai mengambil pukul 7 setelah pesawat hilang,” Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bandara Juanda, Bambang Setiajid, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (2/1).

15.15 WIB: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memiliki prediksi awal keberadaan lokasi bangkai pesawat AirAsia QZ8501. Lokasi yang akan diperiksa menggunakan remote operated underwater vehicle (ROV) berada sejauh 11,5 km dari penemuan 16 jenazah dan serpihan-serpihan pesawat.”Saat ini telah dibuat model pemeriksaan lokasi bangkai badan pesawat. Hasilnya, setelah memeriksa aliran laut, arah angin, dan kecepatan gelombang diprediksi lokasi yang harus diperiksa sejauh 11,5 km sebelah barat dari temuan jenazah dan serpihan,” kata Deputi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Ridwan Djamaludin di Landasan Udara Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).

15.05 WIB: Sidak maskapai di bandara, Menteri Jonan ngamuk di AirAsia. Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mendadak menggeruduk kantor operasi sejumlah maskapai penerbangan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Jonan hendak memastikan semua maskapai mematuhi prosedur standar penerbangan.

14.28 WIB: Jemaah salat Jumat di Masjid Nurul Huda di lingkungan Polda Jawa Timur menggelar salat gaib untuk para korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 . Tak sedikit dari mereka yang menitikan air mata saat imam salat mengajak membaca tahlil.

14.22 WIB: Empat buah kantong jenazah dari kapal USS Sampson dikirim ke Lanud Iskandar oleh helikopter SeaHawk milik Amerika Serikat. Jenazah yang ditemukan ini kemungkinan tak bisa diidentifikasi dengan menggunakan sidik jari. Hal itu karena kondisi jenazah yang telah membusuk dan rusak.

13.37 WIB: Dua jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) . Kedua jenazah berkelamin perempuan dan laki-laki tersebut hari ini akan diserahkan kepada keluarga yang bersangkutan.

13.03 WIB: Kapal Baruna Jaya dari BPPT yang diterjunkan diharapkan mampu mendeteksi lokasi bangkai pesawat AirAsia QZ8501 . Kapal ini melengkapi diri dengan sonar baru yang didatangkan dari Jakarta.

12.34 WIB: Kediaman salah satu pramugari yang bertugas di pesawat nahas AirAsia QZ 8501, Khairunnisa (22), di Jl Pipa, Kelurahan Pipa Reja, Kemuning, Palembang, mulai ramai sanak saudara dan tetangga . Kedatangan mereka ingin karena mendengar kabar, peti yang membawa Nisa, sapaannya, itu akan tiba hari ini di tanah kelahirannya untuk kemudian dimakamkan.

12.15 WIB: Sampai hari ini tambahan dua Jenazah penumpang AirAsia QZ8501 berhasil dievakuasi. Kedua jenazah itu berasal dari KRI Yos Sudarso dan Kapal Baruna Jaya. Berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) 6 di Surabaya dan 2 di RSUD Sultan Imaduddin.

Berikut ciri-ciri kesepuluh korban tersebut. klik disini.

11.41 WIB: Kedatangan pihak keluarga korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 ke posko ruang tunggu di Polda Jawa Timur kini sedikit berbeda. Mereka mulai mendapatkan pengawalan ketat dari petugas yang mengenakan kaos hitam berkalung AirAsia . Setiap keluarga yang datang dikawal oleh dua orang atau lebih petugas.

11.22 WIB: Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo mengungkapkan, tim gabungan yang diterjunkan pada pencarian korban AirAsia QZ8501 merupakan unsur dari TNI, Polri dan pihak luar negeri . Dalam pencarian ini akan ada 46 SRU yang diterjunkan.

11.21 WIB: Direktur Operasional Basarnas Pangkalanbun, Marsekal muda SB Supriyadi menyebutkan setelah memasuki hari keenam jasad para korban akan cepat mengalami kerusakan. Maka dari itu jenazah harus segera di bawa ke RS Bhayangkara Surabaya agar memudahkan proses diidentifikasi .

11.06 WIB: Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) pada pencarian hari keenam, Jumat (2/1), akan fokus untuk mencari black box dan badan pesawat AirAsia QZ8501. Pencarian akan dilakukan di lokasi prioritas yang telah ditetapkan.

11.02 WIB: Dua jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang dievakuasi dengan helikopter Bell telah di bawa ke RSUD Sultan Imanuddin . Jenazah pertama dengan nomor kode 009 adalah laki-laki dewasa tinggi badan 140 cm. memakai kaos lengan pendek merah bertuliskan vintage radio, memakai dua cincin bermata berlian di jari manis kanan dan kiri berwarna silver (perak).
10.44 WIB: Pilot pesawat AirAsia QZ8501 kemungkinan berhasil mendaratkan pesawat berpenumpang 162 orang itu dengan selamat di permukaan air sebelum kemudian tenggelam di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.

10.43 WIB: Agung Wahyu, anak Sumamik, salah satu penumpang AirAsia QZ8501 mengaku tidak memiliki firasat apa-apa sebelum ibunya ikut kakaknya berangkat ke Singapura . Hanya saja, ibunya sempat berpesan saat akan diantar ke rumah Joko Suseno, di Ketintang Baru Selatan V-B, Surabaya.

10.43 WIB: Sejumlah 47 penyelam TNI Angkatan tiba di KRI Banda Aceh di perairan Selat Karimata , Jumat (2/1) pada pukul 07.00 WIB pagi. Mereka terdiri dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair), dan Marinir, yang membawa alat-alat menyelam seperti tabung oksigen, baju menyelam, kaki katak, serta 2 buah perahu karet.

10.31 WIB: Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo mengatakan tiga kapal dengan peralatan sonar akan ditempatkan di area yang kemungkinan terbesar terdapat objek badan pesawat AirAsia QZ8501 . Dia menjelaskan, tiga kapal tersebut akan menggunakan underwater marine detection yakni side scanner sonar dan pinger location.

10.25 WIB: Direktur Operasi Basarnas Pangkalanbun, Marsekal Pertama SB Supriyadi mengatakan, tim pencari di laut telah mendeteksi adanya benda metal di lokasi evakuasi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata benda itu bukan bagian dari pesawat.

“Sementara tanda-tandanya karena dari korban 6 muncul di atas, lalu satu lalu dua. Berarti posisi kerangka pesawat tidak jauh dari terapungnya korban dan barang-barang,” kata Supriyadi di Lanud Iskandar Pangkalanbun Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).

10.21 WIB: Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo mengatakan, pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501 akan difokuskan pada sektor prioritas . Lokasi dengan luas 1.575 mil persegi ini merupakan hasil evaluasi usai ditemukannya puing-puing dan jenazah.

09.54 WIB: Pencarian AirAsia QZ 8501 sudah memasuki hari ke enam sejak dinyatakan hilang pada hari Minggu (28/12) lalu. Selain jenazah penumpang, serpihan dari burung besi itu makin banyak ditemukan.

09.52 WIB: Badan penyelidik kecelakaan Prancis (BEA) akan menurunkan tim ahli pencari kotak hitam dan berbagai peralatan canggih buat membantu mencari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. BEA selama ini selalu ikut menyelidiki kecelakaan pesawat Airbus di mana pun terjadi karena pesawat jenis itu buatan Pranci

09.08 WIB: Direktur Operasi Basarnas di Pangkalanbun, SB Supriadi mengatakan, hingga hari keenam proses pencarian dan evakuasi korban AirAsia QZ8501, sudah ditemukan total 16 jenazah. Sebanyak 8 jenazah sudah dikirim ke Surabaya, 2 jenazah berada di RS Sultan Imanuddin, dan 6 jenazah lainnya masih di kapal USS Sampson.

08.50 WIB:Wartawan merdeka.com, M Yudha Prasetya melaporkan dari KRI Banda Aceh, Helikopter skuadron udara milik TNI AL yang berada di KRI Banda Aceh, kembali mengirimkan 2 jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 beserta puing kapal, ke Pangkalanbun, Jumat (2/1) pagi.

Kedua jenazah yang diketahui berjenis kelamin wanita itu sebelumnya ditemukan oleh 2 kapal berbeda, yaitu KD Lekir milik Malaysia, dan KRI Yos Sudarso yang juga menemukan bagian dari kabin pesawat nahas tersebut.

08.44 WIB:. Dua jenazah penumpang AirAsia QZ8501 kembali dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Dua jenazah ini dibawa menggunakan helikopter Bell bersama beberapa puing pesawat. Pilot helikopter Bell Mayor laut pelaut (P) Sugiran mengatakan, dua jenazah diambil dari KRI Banda Aceh. Namun kedua jenazah belum diketahui jenis kelaminnya.

01.03 WIB: Seperti orang bingung, perempuan berusia sekitar 35 tahun mondar-mandir di sekitar posko antemortem Polda Jawa Timur, Kamis (1/1). Perempuan berkerudung bernama Sugiarti asal Kediri, Jawa Timur ini datang ke Surabaya demi mengetahui informasi tujuh jenazah korban AirAsia QZ8501 yang saat ini sudah berada di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Dia mengaku sebagai saudari dari salah satu penumpang AirAsia QZ8501, Susiyati (38), yang bekerja di Surabaya sebagai baby sister selama sembilan tahun di satu keluarga yang tinggal di Sawo Tratap, Gg Nala Nomor 14, Waru, Sidoarjo.

23.45 WIB: Selain mengecek kesiapan, Panglima Komando Armada Maritim Barat (Koarmabar), Laksamana Muda TNI Widodo juga menyemangati tim penyelam Kopaska sebelum melaksanakan misi evakuasi jenazah penumpang AirAsia QZ8501. Widodo yang tiba sekitar pukul 16.00 WIB, dengan menggunakan helikopter squadron 400 ini meminta pasukannya agar tetap menjaga kesehatan.

“Saya mengapresiasi ketahanan prajurit di tengah cuaca yang kurang kondusif, sambil menunggu pengendalian tetap di sini. Ada yang sakit? Sempatkan olahraga kalau pagi agar jangan sampai ada yang sakit. Waspada personel, jangan sampai mau melakukan proses SAR malah di-SAR,” kata Widodo.

23.22 WIB: Dari 162 orang korban, 161 data antemortem sudah terpenuhi, masih kurang satu data yang masih diusahakan. Tinggal satu data atas nama Remi Emanuel Flash yang masih belum didapatkan. Tim segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Kedutaan Prancis demi mendapatkan data antemortem milik Remi.

23.02 WIB: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berjanji akan bekerja keras agar tujuh dari delapan jenazah yang diterima bisa segera teridentifikasi. Mereka berharap agar proses tersebut bisa segera selesai, dengan demikian jasad bisa dikembalikan kepada keluarga.

“Sejauh ini kita sudah bekerja maksimal dan ada dua tambahan jenazah lagi baru saja. Mudah-mudahan sudah ada yang bisa kita rilis kembali untuk diserahkan ke pihak keluarga, termasuk identitas jenazah laki-laki yang diserahkan kemarin dan belum terindentifikasi,” tandas dia.

22.47 WIB: Tim forensik di Pangkalanbun diberi tugas khusus, yakni mencegah mayat membusuk demi memudahkan proses identifikasi. Mereka hanya ditugaskan untuk membersihkan sidik jari dan gigi agar tidak membusuk. Guna memperlambat proses tersebut, merekapun membungkus tubuh mayat dengan plastik.

“Dengan dibersihkan dikeringkan terus kita vakumkan, kita tutup dengan plastic keras, kencang dan kedap udara karena untuk mencegah pembusukkan, mulut gigi kita masukkan lubang-lubang keluar tubuh, gigi dan anus tutup dengan kassa yang sudah ada formalinnya,” kata Kasubid Dokpol Biddokes Polda Jateng, AKBP Dokter Spesialis Forensic Summy Hastry Purwanti.

22.02 WIB: Tim SAR yang tergabung di KRI Banda Aceh turut berdoa untuk para korban AirAsia QZ8501. Doa bersama ini diimani seorang prajurit TNI AL dan diikuti Panglima Koarmabar, Komandan Armabar, awak KRI Banda Aceh dan para wartawan usai melakukan ibadah salat Maghrib dan Isya bersama-sama di bagian hangar kapal, serta doa bersama.

21.44 WIB: Sebagian kecil keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 memilih bertahan di ruangan khusus yang disediakan Polda Jawa Timur. Mereka berharap bisa lebih dulu mengetahui identitas dua jenazah yang baru tiba malam ini. Meski tidak sebanyak siang tadi, namun mereka tetap menunggu kabar terbaru mengenai identitas 2 jenazah tersebut.

21.37 WIB: Tubuh jenazah penumpang AirAsia QZ8501 diperkirakan dalam waktu lebih dari tiga hari akan tenggelam ke dasar laut. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Basarnas untuk mempercepat proses evakuasi. Seluruh kekuatan besok akan dikerahkan secara maksimal, bersama armada bantuan dari negara tetangga.

“Tentunya akan lebih sulit (proses evakuasi). Kita akan mempercepat dengan alat yang sudah digelar tadi pagi dan akan berdatangan (bantuan),” kata Deputi potensi SAR Marsekal Muda Sunarbowo Sandi di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1).

21.11 WIB: Dua jenazah yang diterbangkan dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah telah tiba di Surabaya. Kini, kedua jenazah tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandara Internasional Juanda menuju RS Bhayangkara. Aparat kepolisian yang berjaga di RS Bhayangkara dengan sigap melakukan sterilisasi di sekitar lokasi identifikasi.

19.32 WIB: Malam ini, dua jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil dievakuasi segera diterbangkan menuju Surabaya , Jawa Timur dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Salah satu jenazah diketahui berjenis kelamin perempuan.

19.07 WIB: Di tengah upaya evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsma FHB Soelistyo menyebutkan masih ada harapan yang tercercah dari operasi evakuasi yang dilakukan sejak Rabu (31/12) itu. Namun, mantan Gubernur Akademi Angkatan Udara itu enggan mengungkap harapan tersebut.

19.05 WIB: Tim Search and Rescue ( SAR) terus mendapatkan bantuan dari berbagai negara dalam mencari lokasi tenggelamnya pesawat AirAsia QZ8501 . Selain kapal, mereka segera menerima bantuan alat pendeteksi objek di bawah laut yang akan diterima dari Singapura.

19.01 WIB: Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mengaku telah menyiapkan tempat kremasi untuk korban AirAsia QZ8501 di rumah duka Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya.

18.50 WIB: Proses evakuasi jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 berjalan cukup lambat, kejadian ini tak lepas dari kondisi cuaca yang cukup ekstrem di sekitar lokasi. Tak hanya cuaca, kondisi gelombang juga menghambat pengambilan jenazah-jenazah yang ditemukan mengambang di atas permukaan laut.

18.32 WIB: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berharap black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 bisa segera ditemukan . Dengan demikian, agar penyebab jatuhnya pesawat bisa segera diselidiki.

18.24 WIB: Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (1/1), Khairunisa Haidar Fauzi, salah satu pramugari berada di pesawat nahas itu menuliskan pesan di tisu makan untuk kekasihnya Divo . “Aku mencintaimu dari ketinggian 11,5 kilometer,” demikian Khairunisa menuliskan.

17.45 WIB:
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dikabarkan hampir pingsan saat berada di Posko Ante Mortem Polda Jawa Timur , untuk menemui keluarga korban AirAsia QZ 8501, Kamis (1/1). Namun, Risma mampu menguasai diri dan langsung meminum obat.

Informasinya, peristiwa ini terjadi setelah Risma melayani wawancara dengan wartawan, termasuk dari media asing di depan Posko Ante Mortem.

17.32 WIB: Tim DVI Polda Jawa Tengah yang diperbantukan untuk Tim DVI Polda Kalimantan Tengah di RSUD Sultan Imanuddin, Kalimantan Tengah yakni Kasubid Dokpol Biddokes Polda Jateng AKBP Dokter Spesialis Forensik Summy Hastry Purwanti. Summy mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk bisa mengidentifikasi para jenazah.

17.09 WIB: Tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian yang mengidentifikasi penumpang Pesawat Air Asia QZ 8501 di RSUD Sultan Imanuddin, Kalimantan Tengah menjelaskan, jenazah yang dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin sudah tak bisa dikenali lantaran sudah membusuk . Karena air laut yang mempercepat proses pembusukan.

16.16 WIB: Keluarga korban penumpang AirAsia QZ8501 mengapresiasi kerja Tim Basarnas yang berhasil menemukan puing pesawat dan sejumlah jasad pada hari ketiga pencarian. Mereka mengatakan kecepatan Tim SAR yang bekerja tanpa henti berusaha mencari puing pesawat tidak lepas dari koordinasi dan perhatian semua pihak, terutama pemerintah, mulai tingkat pusat sampai daerah.

16.13 WIB: Kedutaan Filipina di Indonesia melakukan pengecekan setelah diperoleh informasi adanya dua warga negaranya yang ikut menjadi korban kecelakaan AirAsia QZ8501 . Honory Consul Filipina di Surabaya datang ke Crisis Center untuk mendapatkan kepastian tersebut.

16.02 WIB: Salah satu korban penumpang AirAsia QZ8501 berkelamin laki-laki, tinggi badan berkisar antara 145 hingga 150 centimeter . Kisaran ini mengingat kondisi jenazah yang berubah dari bentuk normal.

 

15.50 WIB: Salah satu jasad penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan hari ini diketahui bernama Hayati Lutfia Hamid . Data itu didapatkan dari kartu identitas yang masih menempel di tubuh korban.

15.02 WIB: Fotografer merdeka.com Arie Basuki dari Pangkalanbun melaporkan, cuaca hingga siang ini hujan lebat. Hal ini diperparah dengan kondisi tinggi gelombang air laut yang mencapai empat meter.

Akibatnya, tim penyelam yang dibawa helikopter Bell 412 TNI AU ke KRI Bung Tomo memutuskan menunda penyisiran , dan hanya bisa menunggu hingga cuaca bagus. Posisi kapal siang ini juga masih bertahan di Teluk Kumai.

15.00 WIB: Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Tony Fernandes mengatakan AirAsia bakal bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban dan awak pesawat. Bahkan, AirAsia bakal memberikan kompensasi atas jatuhnya korban dari maskapai asal Malaysia tersebut.

Lalu berapa kompensasi seharusnya yang didapat para keluarga korban?

“Sulit memang menghitung berapa kompensasi yang layak, tetapi menurut aturan asuransi dunia, rata-rata korban mendapatkan USD 2 hingga 3 juta (setara Rp 24 miliar sampai Rp 37 miliar per korban) ,” ujar Kepala Bagian Asuransi Penerbangan AON Peter Schmitz yang dikutip dari CNN Money.

14.38 WIB: Satu per satu serpihan dari bagian bangkai pesawat Air Asia QZ8501 kembali ditemukan . Serpihan yang diduga tangga darurat dan tabung oksigen ini ditemukan oleh kapal KD Lekir milik Malaysia di sekitar lokasi pertama kali jenazah penumpang ditemukan.

Serpihan pesawat tersebut diserahkan pada kapal patroli milik polisi sekitar pukul 05.30 Wib. Sementara penemuan serpihan tersebut terjadi pada Kamis pukul 1.00 Wib dan tiba di Pelabuhan Kumai sekitar pukul 10.45 Wib.

14.03 WIB: Pesawat AirAsia QZ8501 dipastikan jatuh di perairan sebelah barat daya Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Yadi I Sutanandika langsung memerintahkan seluruh personel Lanud melakukan salat gaib.

Sebelumnya personel TNI AU baru saja mengikuti apel dalam keadaan hujan deras. Karena itu tak sedikit di antara mereka yang berzikir dan salat gaib dalam kondisi basah kuyup.

14.00 WIB: Kementerian Perhubungan meminta semua kapal laut melintas di sekitar lokasi jatuh AirAsia QZ8501 membantu pencarian 155 penumpang dan tujuh awak pesawat tersebut . Itu disampaikan lewat maklumat pelayaran (Distress Message) disiarkan berulang melalui Stasiun Radio Pantai (SROP).

13.33 WIB: Salah satu pembuat peti jenazah penumpang AirAsia QZ8501, Hanafi mengatakan, ukuran panjang peti jenazah 244 centimeter, tinggi 40 centimeter, lebar 80 centimeter dan ketebalan triplek 10 milimeter.

Menurut dia, kendala pengerjaan peti jenazah saat memasukkan terpal ke dalam peti jenazah. Karena, terpal di dalam peti jenazah tidak boleh terlepas agar benda-benda luar tak bisa masuk ke dalam peti.

 

13.12 WIB: Kapus dokkes Mabes Polri Brigjen Pol Arthur Tampi menyatakan jenazah ketujuh penumpang AirAsia yang dibawa helicopter Dolphin berjenis kelamin perempuan . Baju yang dikenakannya dalam kondisi terlepas.

Lanjut dia, perempuan berambut panjang hitam itu mengenakan sepatu kets warna hitam. Di tangan sebelah kiri ada jam tangan dan gelang plastik.

13.09 WIB: Deputi Potensi SAR Sunarbowo Sandi menyebutkan telah datang bantuan dari Singapura guna mendeteksi bangkai pesawat AirAsia QZ8501 . Bantuan itu berupa alat pendeteksi benda di bawah laut.

Menurutnya alat ini dapat dipakai dalam segala cuaca. Dimungkinkan dengan bantuan tersebut proses evakuasi akan semakin cepat.

12.40 WIB: Empat peti jenazah korban AirAsia QZ8501 tiba di Bandara Juanda , Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar pukul 11.45 WIB. Dua berjenis kelamin laki-laki dan dua perempuan.

Jenazah diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dengan nomor lambung A-1320, dengan pilot, Mayor Penerbang Sugeng.

12.04 WIB: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap tim evakuasi bisa segera menemukan Wanti Setiawati (30) pramugari cantik yang turut di dalam pesawat nahas AirAsia QZ850. Wanti sendiri merupakan warga Kampung Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

12.00 WIB: Direktur Exicutive DVI Mabes Polri Kompol Anton Castelano menyatakan dua jenazah yang semalam dikirim ke RSUD Sulatan Imanuddin, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, telah dikantongi ciri-cirinya. Kedua jenazah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini sebelumnya diantar dengan tugboat nelayan.

Menurutnya, jenazah laki-laki memiliki ciri menggunakan kaos polo dan ada tulisan angka tiga. Sedangkan jenazah perempuan diduga adalah kru pesawat AirAsia QZ8501.

11.57 WIB: Tim SAR gabungan kembali mampu mengevakuasi satu jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Belum diketahui darimana kapal mana jenazah tersebut dibawa.

Salah satu anggota Basarnas Mutaali menyebutkan ada satu jenazah saja yang berhasil dievakuasi. Tak hanya itu, ada juga sejumlah barang-barang yang diduga milik penumpang AirAsia tersebut berhasil diamankan.

11.45 WIB Empat peti jenazah korban AirAsia QZ8501 kembali tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Dua korban pria dan dua wanita.

11.26 WIB: Helikopter Dolphin warna orange tiba pukul 11.26 WIB di Lanud Iskandar. Mereka mendarat dalam keadaan hujan lebat mengguyur landasan. Tim SAR turun lagi dengan membawa satu jenazah.

10.28 WIB: Empat jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 diterbangkan ke Surabaya, guna diperiksa lebih lanjut. Keempatnya diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah

10.00 WIB: Diterjunkan cari AirAsia, pasukan TNI AL siap selami Laut Jawa

09.17 WIB: Komandan KRI Bung Tomo Letkol Ashari menyatakan saat ini kapal yang dikomandoinya tak menyimpan jenazah penumpang AirAsia QZ8501 lagi. Semuanya telah dievakuasi oleh helikopter Bell milik TNI AU. “Sekarang sudah dievakuasi dua jenazah yang kemarin. Satu yang dari KRI Bung Tomo dan satu dari KD Lekir (Malaysia),” kata Ashari di Lanud Iskandar Kalimantan Tengah, Kamis (1/1).

Menurutnya kendala terberat adalah cuaca buruk dan ombak tinggi. Siang ini mereka akan kembali melaut guna mencari jenazah penumpang AirAsia.

09.05 WIB: Proses pencarian jenazah pesawat AirAsia QZ8501 terus berlanjut. Satu jenasah dikabarkan telah dibawa menuju Lanud Iskandar menggunakan helikopter Bell milik TNI AL. “Satu jenazah diambil Helikopter Bell milik TNI AL. Saat ini sedang dalam perjalanan ke Pangkalanbun,” kata Danlanud Johnson Simatupang di Lanud Iskandar Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). Total 8 jenazah ditemukan.

08.29 WIB: Pagi ini cuaca cerah di lokasi pencarian jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Tim SAR berharap proses evakuasi jenazah dapat dilakukan dengan cepat.

“Cuaca sekarang bagus, tinggi gelombang 2-3 meter dan kecepatan angin 25 knot. Itu normal untuk penerbangan biasa tapi untuk evakuasi tentu berkendala,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalanbun Lukman Soleh di Lanud Iskandar Kalimantan Tengah, Kamis (1/1).

06.23 WIB: Helikopter Dauphin AS365 N3 dalam beberapa hari terakhir hilir mudik mencari penumpang pesawat AirAsia QZ8501, Sejak Minggu (28/12). Heli itu adalah salah satu armada milik Badan SAR Nasional (Basarnas).

Heli ini cukup tangguh di segala medan. Heli buatan PT Dirgantara Indonesia itu telah mengevakuasi beberapa jenazah korban AirAsia yang ditemukan di laut.

Akhirnya tvOne diberi sanksi KPI usai tayangkan jasad mengambang

05.25 WIB: Cuaca kurang bersahabat nampaknya masih akan menyelimuti kawasan pencarian pesawat Airbus A320-200 milik maskapai AirAsia dengan kode penerbangan QZ8501 di sekitar perairan Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, wilayah itu bakal dihantam cuaca buruk seharian.

03.09 WIB: Salah satu pramugari AirAsia turut dalam penerbangan QZ8501 dari Bandara Juanda, Sidoarjo menuju Bandara Changi, Singapura adalah Khairunnisa Haidar. Banyak kenangan pihak keluarga terhadap sosok Nisa, panggilan Khairunnisa.

Menurut penuturan paman Nisa, Edi Taufan, Nisa dikenal sebagai gadis rajin beribadah. Meski bekerja jauh dan jarang di rumah, dia yakin perempuan berusia 22 tahun itu tidak pernah melupakan pesan orangtuanya supaya selalu meluangkan waktu buat beribadah.

00.42 WIB: Tim evakuasi SAR gabungan hari ini berhasil menemukan beberapa jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Salah satu korban diketahui berulang tahun tepat pada 1 Januari. Dari data dihimpun merdeka.com, Rabu (31/12), dia adalah penumpang bernama Kevin Alexander Sucipto.

 

(merdeka.com) http://www.merdeka.com/peristiwa/kronologi-20-jam-setelah-hilangnya-airasia-qz8501.html