Inhil – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ariqa Fatina Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau menggelar perpisahan bagi anak didiknya, Senin (3/6/24).

 

Pada kesempatan tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Sekolah PAUD Ariqa Fatina Irhamna, S.Pd.I, Kepala Desa Sialang Panjang M. Juber S.Pd didampingi ketua PKK Desa Sialang Panjang Ny Yulianti Juber S.Pd. M.Sl, dan wali murid serta tamu undangan.

 

Kepsek PAUD Ariqa Fatina Irhamna menjelaskan, bahwa anak didiknya yang lulus pada tahun pelajaran 2023-2024 sebanyak 9 orang. Dia berharap anak didiknya ini ke depan tumbuh menjadi anak yang baik dan dapat menerapkan ilmu pembelajaran yang sudah diajarkan sejak dini.

 

“Harapan kedepannya semoga PAUD Ariqa Fatina, bisa bertambah kuantitas dan kwalitas yang lebih baik kedepannya dan dapat mencetak generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, berbakti kepada orang tua dan dapat menjadi generasi penerus bangsa ,aamiin,” harapnya.

 

Sementara itu, Ketua PKK Desa Sialang Panjang Ny Yulianti Juber dalam sambutannya mengungkapkan, Golden Age atau yang lebih dikenal dengan bahasa usia emas, Anak Usia Dini merupakan periode penting bagi perkembangan anak. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, anak yang masih berada dalam masa-masa bermain, masa ini anak baru belajar mengenal dunia yang masih luas selain lingkungan keluarganya.

 

“Usia golden age adalah usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi dan sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia,” ujarnya.

 

Maka, kata Yulianti, peran orang tua, lingkungan dan termasuk lembaga menjadi sangat penting dan hadirnya Pendidikan anak usia dini (PAUD) khusunya di Desa Sialang Panjang diarahkan dan diharapkan dapat memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara sehat dan optimal sesuai dengan Value, Norma, dan harapan masyarakat, sesungguhnya pemberian pelayanan yang demikian merupakan hal yang sangat luar biasa.

 

“Oleh karenanya usaha untuk mendorong berbagai lembaga PAUD harus tetap menjadi perhatian yang utama untuk kita semua terutama para orang Tua dan pemerintah. Pendidikan ini dilaksanakan melalui pemberian pengalaman dan stimulus yang tepat sehingga diharapkan dapat menjadi wadah pendidikan sebelum masuk sekolah Dasar,” sebutnya.

 

Dia menambahkan, bahwa pemerintah memastikan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan melalui kemendikbudristek, yang mencoba meramu masa transisi pendidikan anak jadi menyenangkan ditingkat PAUD ke SD, upayanya.

 

1. Menghilangkan tes calistung sebagai syarat penerimaan tingkat SD/sederajat

 

2. Menerapkan perkenalan bagi peserta didik selama dua minggu 3 menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan pondasi anak, yaitu:

 

1) Kematangan emosi,

2) Keterampilan social,

3) Pengenalan nilai agama dan budi pekerti,

4) kematangan kognitif,

5) pengembangan keterampilan motoric, dan 6) pemaknaan terhadap belajar yang positif

 

“Berdasarkan apa yang telah saya sampaikan bahwa betapa pentingnya usia golden age bagi anak dan betapa pentingnya peran orang tua, lingkungan dan lembaga pemerintah marilah sama sama kita mendukung dan mewujudkan generasi yang hebat dimasa akan datang,” pungkasnya.