Sawang – Melakukan penambangan di laut Gading dan Lubuk diduga tanpa sosialisasi kepada masyarakat, masyarakat desa Sawang Selatan ancam akan turun ke Kapal Isap Produksi (KIP) Timah milik swasta dan menghentikan operasi secara paksa.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh pemuda dan juga nelayan Sawang Selatan, M Amir, kepada Kundur News, Rabu (29/12/21).

BACA :  Protes Atas Operasinya Kapal Isap Timah, Warga Ungar Dirikan Spanduk

“Kami sangat berharap pihak pemerintah daerah khususnya pemerintah Kabupaten Karimun untuk menindak tegas atas penambangan yang sedang berlangsung di laut Gading dan Lubuk,” ujar Amir.

Amir juga sangat menyayangkan pihak pemerintah daerah yang tidak peduli dengan aktifitas tambang yang meresahkan tersebut.

“Seperti protes warga-warga di kecamatan lain, di mana peran pemerintah daerah terhadap permasalahan ini, baik dari desa, kelurahan hingga kecamatan tak ada yang tahu, selas ini bentuk kecolongan pemerintah daerah,” ungkapnya.

BACA :  Setelah Dipaksa Mundur, Kapal Isap Timah di Gading dan Lubuk Akhirnya Angker Di Laut Sei Buluh

Amir juga pertanyakan izin Amdal yang terbit diduga tanpa dilakukan sosialisasi masyarakat.

“Dari mana izin Amdalnya keluar lantas lakukan penambangan tanpa sosialisasi terlebih dahulu,” tambahnya.

Protes masyarakat Sawang Selatan itu bukan tanpa alasan, Gading dan Lubuk juga merupakan area tangkap bagi nelayan Sawang Selatan, begitu juga sebaliknya.

Mereka juga telah menyediakan beberapa unit pompong untuk turun ke kapal isap jika pihak Pemerintah sudah tak lagi dapat diharap.*

Previous articleBupati Inhil Undi Pemenang Gebyar Pekan Vaksin Covid-19 Berhadiah 2 Unit Sepeda Motor
Next articleRatusan Masyarakat Ungar Akan Tarik Paksa Kapal Isap Timah Di Laut Gading