TANJUNGPINANG – Keseriusan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam memperluas Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) di Kabupaten Karimun bukan omong kosong, hal itu dibuktikan saat orang nomor satu di Provinsi Kepri itu langsung menggelar rapat bersama, di ruang kerja Gubernur Kepri di Tanjungpinang, Selasa (15/2).

Rapat tersebut menurut Ansar Ahmad, sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerjanya ke Kabupaten Karimun, dalam rencana perluasan atau pengembangan bandara RHA Kabupaten Karimun.

“Tujuannya adalah untuk mendukung investasi di Kabupaten Karimun. Tentunya dukungan ini hanya bisa dilakukan dengan infrastrkutur transportasi yang memadai,” ujar Ansar Ahmad.

Saat ini lanjut Ansar Ahmad, Pemprov Kepri bersama Pemkab Karimun tengah menggesa penyelesaian kewajiban masing-masing pemerintah, terkait rencana pengembangan bandara RHA di Kabupaten Karimun.

Dalam hal ini, yang menjadi kewajiban Pemprov Kepri adalah penerbitan izin lingkungan dan izin pelaksanaan reklamasi, serta proses alih fungsi kawasan hutan lindung di area perpanjangan runway 09.

Kemudian, dibutuhkan rekomendasi Gubernur Kepri terkait penetapan master plan, dan penyusunan dokumen persiapan dan penetapan lokasi, serta melakukan pergeseran jalan Provinsi di sebelah selatan runway.

“Perkiraan kebutuhan luas lahan untuk Bandara RHA Kabupaten Karimun, untuk ultimated runway 2000 meter kali 45 meter, atau seluas 51,2 hektare secara keseluruhan,” jelas Ansar Ahmad.

Oleh karena itu, percepatan pengembangan bandara tersebut akan dibuat seperti pembangunan jembatan Batam Bintan, yang segala kelengkapan kewajiban pemerintah daerah diselesaikan dengan cepat.(*)