Kundur akan menjadi pusat simulator pelatihan nakhoda kapal level internasional


Kundur News
Kundur Karimun Kepri.

Markas Komando Polisi Air (Mako Polair) Polda Riau di Kundur yang telah diserah terima ke Polda Kepri beberapa waktu lalu, dalam waktu dekat ini akan dibangun Pusdiklat Polair dan Sekolah Polisi Negara (SPN).
Dibangunnya pusat simulator untuk pelatihan nakhoda kapal level internasional ini, dikabarkan akan menelan biaya hingga 15 USDollar atau sekitar Rp.200 Miliyar.

Dilakukannya peninjauan oleh Karorenmin Lemdiklat Mabes Polri, Brigjen Pol Adhi Prawono bersama dengan beberapa anggota dari Mabes Polri dan Polda Kepri, Selasa (29/9).

Brigjen Pol Adhi Prawono mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera membangun SPN dan Pusdiklat serta Simulator mengemudi kapal. Hal ini nantinya akan segera disampaikan kepada Kepala Lemdiklat dan serta Kapolri.
“Kita berharap bangun ini bisa segera kita gunakan. Saya sangat tertarik dengan lokasi ini, sudah ada dan bangunan pun sudah lengkap,” ujar Brigjen Pol Adhi Prowono.

Lebih lanjut, Adhi Prawono mengaku sebetulnya Kalemdiklat Polri telah memerintahkan segera untuk dibuat Pusdik Polair. Sehingga nantinya Pusdik Polair yang ada di Pondok Dayung Jakarta Utara pindah ke Pulau Kundur.
Pemindahan itu juga menurutnya lantaran lahan yang ada di Pondok Dayung merupakan milik PT Pelindo, jadi hal itu pula yang menjadi alasan untuk segera memanfaatkan lahan yang ada di Pulau Kundur.

“Setelah ditinjau ternyata kita punya lahan yang sangat luas dan bagus untuk didirikan SPN. Sehingga disini pun akan semkin hidup dan menyatu dengan masyarakat. Daripada bikin baru di lahan hibah dari Pemprov Kepri tepatnya di Galang sana dengan kebutuhan dana yang lebih besar, lebih baik kita manfaatkan lahan kita yang ada dengan kebutuhan dana pun tidak begitu besar,” jelasnya.

Lahan yang ada di Kundur tersebut cukup luas kurang lebih sekitar 16,08 hektar dengan sudah ada bangunan yang siap digunakan, Sedangkan tanah yang dihibahkan oleh Pemrov Kepri di Pulau Galang sekitar 30 hektar dengan kondisi tanah yang kurang representasif dan medan yang masih berbatuan dan butuh dana yang cukup besar.

+
Oleh : z
Berita dari Kundur