Bangunan-PAMSIMAS-Desa-Sawang-Selatan,-di-Mengkuse

Karimun – Sedikitnya ada lima titik lokasi pembangunan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang ada di beberapa tempat di Pulau Kundur, diduga gagal. Dikatakan gagal, karena masyarakat di masing-masing titik lokasi pembangunan tidak dapat menikmatinya sama sekali. Padahal uang negara yang digelontarkan untuk itu tidak sedikit, hingga miliaran rupiah.

Awak media Kundur News melakukan pemantauan terhadap lima titik lokasi pembangunan Program Pamsimas. Pamsimas Desa Sawang Selatan Kundur Barat, Pamsimas Lubuk Kecamatan Kundur, Pamsimas Layang, Pamsimas Bukit Senang dan Pamsimas Parit Makam Gemuruh Kecamatan Kundur Barat.

Pamsimas Mengkuse, Sawang Selatan Kundur Barat

Bangunan Pamsimas Desa Sawang Selatan, merupakan Program Pamsimas Tahun Angaran 2017. Setelah dibangun, bangunan sampai saat ini tampak terbiar begitu saja, dan penyaluran air kepada masyarakat tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tangki air kelihatan bukan saja kering, tapi sudah tebal dengan debu.

Menurut salah satu warga Mengkuse Sawang Selatan, mengatakan, sejak Pamsimas dibangun diwilayahnya itu, bangunannya terbiar begitu saja dan setitik airpun tak pernah mereka nikmati.

“Tak pernah setitikpun kami rasakan air dari tangki Pamsimas itu. Padahal pipa cukup, semua cukup. Syukur akhirnya ada PDAM Tirta Karimun,” ujarnya, Sabtu (05/10/2019).

Dalam pantauan, sumur-sumur yang dibangun Pamsimas diduga terlalu dangkal, dengan kedalaman kurang lebih hanya dua meter. Itulah sebabnya debit air tidak mencukupi untuk disalurkan ke tangki.

Wati, warga yang tinggal disamping bangunan Pamsimas Mengkuse, mengakui, pihaknya hanya merasakan air dari Pamsimas tersebut tidak lebih dari dua bulan, selebihnya dia memilih untuk membeli.

“Sudah lama bangunan ini tidak terpakai, karena tak ada air. Dulu setelah dibangun airnya jalan, setelah itu terhenti. Kami menggunakan airnya cuman sebulan lebih saja, kalau dua bulan rasanya belum,” ujar Wati.

Kondisi Tangki Air Program PAMSIMAS, Di Mengkuse Desa Sawang Selatan
Kondisi Tangki Air Program PAMSIMAS, Di Mengkuse Desa Sawang Selatan

Sekretaris Desa Sawang Selatan, Puryanto, membenarkan pembangunan pamsimas di desanya itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dia mengatakan, pihak desa telah melakukan rapat ke tingkat Kabupaten Karimun terhadap permasalahan tersebut, sehinga pihak pamsimas kembali akan menggelontarkan dana untuk pembangunan itu.

“Memang dah lama tak jalan, tapi menurut rencana, pihak Pamsimas yang ada di Kabupaten akan kembali menganggarkan dana di tahun 2020 nanti, agar masyarakat dapat menikmatinya,” kata Puryanto.

Pamsimas Lubuk, Kecamatan Kundur

Sama halnya pengakuan warga di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur. Mereka mengaku hanya menonton bangunan tersebut dan tidak dapat dinikmatinya. Dia juga berharap, program air bersih yang diprogramkan pemerintah pusat hingga miliaran rupiah tersebut, seyogyanya dapat dinikmati masyarakat.

“Pihak Pamsimas jangan ingin untung pembangunan proyek itu saja, setelah dibangun kemudian ditinggal. Perhatikan juga apakah yang dibangun itu bermanfaat atau tidak bagi masyarakat,” ujar salah satu warga dengan kesalnya.

Pamsimas Layang, Pamsimas Bukit Senang dan Pamsimas Parit Makam Kecamatan Kundur Barat

Begitu halnya dengan pengakuan-pengakuan warga-warga di Layang, Sawang, dan di Prayun. Setelah dibangun, mereka hanya bisa menikmatinya dalam beberapa hari saja, setelah itu terhenti hingga bertahun lamanya. Bahkan ada yang mengaku tak pernah menikmatinya sama sekali.

Beda permaslahan Pamsimas yang dibangun di Bukit Senang, Prayun, terdapat kendala pada mesin, diduga mesin tidak memadai untuk menyalurkan air ke dalam tangki, sehingga fungsi program tersebut terhenti begitu saja.

Pihak Program Nasional Pamsimas, Kabupaten Karimun, Rafika, saat dilakukan konfirmasi pada Senin (07/10/2019), enggan mengomentari segala permasalahan tersebut.*