Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melontarkan pernyataan kontroversial kemarin. Dia menilai, masalah yang membelit maskapai pelat merah Malaysian Airlines akibat ketidakmampuan SDM nasional. Untuk diketahui, perusahaan itu sedang terancam gulung tikar.

“Orang Malaysia memang bodoh. Mereka tidak tahu bagaimana mengelola perusahaan penerbangan,” kata Mahathir seperti dikutip Malay Mail Online, Jumat (9/1).

Nasib Malaysian Airlines kini terkatung-katung selepas induk usahanya, BUMN Malaysia Khazanah Nasional Berhad hendak melepas 70 persen saham ke swasta.

Dalam laporan keuangan terakhir, maskapai kondang dipanggil MAS itu mengalami rugi berturut-turut selama tujuh triwulan. Untuk 2014 saja, rugi bersih mencapai USD 500 juta. Bahkan, beban operasional sudah membelit sebelum dua insiden menimpa maskapai tersebut tahun lalu.

Citra sekaligus penjualan tiket MAS menukik drastis akibat hilangnya MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing yang mengangkut 239 penumpang pada 8 Maret 2013. Tak sampai setengah tahun, MH17 mengangkut 298 orang giliran tertimpa nahas. Pesawat itu ditembak jatuh roket milisi Ukraina, menewaskan seluruh penumpang dan kru.

Mahathir mengaku terpukul dengan runtuhnya kedigdayaan MAS. Dia adalah inisiator awal berdirinya maskapai nasional itu untuk meningkatkan gengsi industri dirgantara Malaysia.

Kendati demikian, dia setuju dengan rencana Khazanah menjual mayoritas saham pada swasta. Mahathir menilai dengan keuangan karut marut, lebih baik MAS dikelola swasta asing sekalian.

“Sekarang Khazanah yang sudah menyebabkan kerugian ini melakukan langkah yang tepat,” tuturnya.

 

 

(merdeka.com)