Kundurnews – Tanjungbatu – Masyarakat Kundur, Karimun Provinsi Kepulauan Riau, mengeluh.  Karena Penantiannya selama  lebih kurang 7 bulan untuk mendapatkan jatah beras RASKIN bagi keluarga kurang mampu, walau saat ini sudah terpenuhi, namun beras subsidi  yang mereka terima tidak seperti beras-beras sebelumnya. Dimana beras yang tidak hanya kecoklatan, tapi juga kehitaman, berpasir, berbatu, penuh debu dan berbau.

“Kalau cuma coklat kekuning-kuningan dan bau karung  itu sudah biasa, namanya juga beras raskin. Kita orang miskin, ya masaknya harus dipilh-pilih dahulu lah, tapi kali ini saya rasa sangat luar biasa, bukan berbau aja, tapi berbatu, penuh dengan sekam (kulit-kulit padi.red)” kata seorang ibu (50), warga sekitaran Tanjung Sari Qauman, Tanjungbatu.

Hal senada juga diungkapkan ibu-ibu sekitaran Tanah tinggi Tanjungbatu. Ia menilai kualitas beras bersubsidi dari pemerintah belakangan ini kondisinya agak sedikit jelek. Dan ibu (58) yang mengasuh 4 orang cucu ini juga menceritakan bahwa rekan-rekannya juga mengalami nasib serupa.

“Itu berasnya, kalau dimasak tidak bisa begitu keras, seperti lontong, baunya ‘happak’. Kemudian kita harus sangat hati-hati juga, beras tidak hanya berbatu, berpasir juga. Sama lah dengan tetangga sebelah tu”. Imbuh Nenek ini.

Waktu bersamaan dengan salah seorang Sumber Kundurnews, ketua RW’ dari sebuah desa di Sei Ungar, kebetulan ketemu Minggu (11/12), saat ditanya terkait pembagian beras raskin, pengakuan pak RW ini sangat mengejutkan, karena banyak ia mendengar keluhan warga di daerahnya terhadap kondisi beras belakangan ini agak sedikit jelek. Ia menyebutkan beras raskin yang diterima masyarakat yang kurang mampu itu, setidaknya beras yang layak untuk di kosumsi bagi manusia, bahkan ia menambahkan, beberapa dari warga ada yang sempat untuk mengembalikannya, oleh karena masyarakat memang butuh akan makan pokok ini, apalagi menunggunya sudah terlalu lama, tidak ada jalan lain mereka harus menerimanya dengan lapang dada.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita orang miskin harus suka” Ujar RW mencontohkan ocehan warga.

“Penerimaan beras RASKIN dari Dinas Soisal yang di salurkan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog), diharapkan juga dapat untuk diperhatikan. Walau mereka miskin, tetapi mereka juga manusia biasa yang harus mendapatkan kehidupan yang layak, makan yang layak.”. Ujar Sumber.*