Ujicoba saluran air bersih program Pamsimas di desa Sungaisebesi Kundur
Ujicoba saluran air bersih program Pamsimas di desa Sungaisebesi Kundur

Tanjungbatu – Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Kepulauan Riau, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Pemukiman Kepri, menyerahkan bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), tahun 2020, kepada enam desa di wilayah Kabupaten Karimun, yang diserahterima di desa Sungaisebesi, Sabtu, (12/12/2020).

Kepala Balai Prasarana Pemukiman wilayah Kepri, Albert, mengatakan, pembangunan ditahun 2020 ini ada sebanyak tujuh titik lokasi.

“Satu titik lokasi pembangunan disalah satu desa masih dalam tahap pengerjaan, jadi kita serahkan sebanyak enam,” kata Albert.

Albert menyebut, untuk tahun 2021 nanti ada penambahan pembangunan sebanyak tiga titik lokasi, yaitu desa Parit, desa Pulau Moro, dan desa Sungaiungar Utara,” imbuh Albert.

Anggaran tersebut bersumber dari INKES dan iuran masyarakat (inkin). Program untuk desa yang direncanakan oleh masyarakat desa binaan, dikelola oleh desa dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Adapun titik lokasi pembangunan yang telah dilakukan serahterima adalah, desa Sungaisebesi, Sungai Ungar, Sawang Selatan, Sebele, Tanjungkilang, dan desa Selat Mendaun.

Serahterima dilakukan di gedung serbaguna desa Sungai Sebesi, yang disaksikan oleh Camat Kundur, Saifullah, Babinsa, Babinkamtibmas, kades se-pulau Kundur, dan tokoh masyarakat desa Sungai sebesi.

Penyerahan program Pamsimas ke sejumlah desa di Kabupaten Karimun, yang dilakukan di desa Sungaisebesi Kundur
Penyerahan program Pamsimas ke sejumlah desa di Kabupaten Karimun, yang dilakukan di desa Sungaisebesi Kundur

Kepala Desa Sungaisebesi, Nazarudin, menyampaikan terimaksihnya kepada pihak Pamsimas yang telah melakukan serahterima bangunan tersebut. Dikatakannya, selain pembangunan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, juga dapat menyerap lapangan kerja.

“Saat ini yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebanyak 15 rumah. Kita targetkan dapat menyambung hingga 250 rumah,” kata Nazarudin.

Setelah ini, sambung Nazarrudin, “pihak desa akan menyerahkan kepada BUMDes. Jadi ini akan dikelola dan menjadi asset bumdes,” tukasnya.*