pemprov_bali_kembangkan_program_safari_kesehatan_keliling

Kundur News – Denpasar – Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di wilayah yang terpencil atau yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan, Pemprov Bali mengembangkan program  safari kesehatan keliling. Program safari kesehatan keliling akan rutin dilakukan setiap hari jumat.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mengunjungi kegiatan safari kesehatan yang dilaksanakan di Banjar Wates Kaja, Desa Duda Timur dan Banjar Kalanganyar, Desa Sidemen, Kabupaten Karangasem, Jumat (7/4).

Pastika mengakui bahwa, masih banyak wilayah – wilayah di Bali yang terpencil yang susah dijangkau fasilitas kesehatan, seperti di wilayah Karangasem, Klungkung, Bangli dan Buleleng. Oleh karena itu, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Rumah Sakit Mata Bali Mandara selalu siap untuk turun langsung ke masyarakat guna memberikan pelayanan kesehatan seperti ini.

BACA :  Pelajar Bali Diminta Asah Kemampuan Komunikasi

“Nanti setiap Jumat itu kita akan kunjungi dua desa, dan kegiatan tersebut akan terus dilakukan selama diperlukan, misalnya sekarang di desa ini sudah dapat hari ini, nanti dua bulan lagi akan datang lagi dan ini akan dilakukan secara bergiliran di setiap desa,” kata Pastika.

Pastika menyampaikan selain safari kesehatan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan beras dan garam yodium bagi masyarakat di wilayah tersebut khususnya bagi para lansia.

Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini masih banyak lansia terlantar di Bali dan hal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. “Ironis sekali saat ini, banyak masyarakat kita yang mampu makan nasi sampai berlebihan dan terkadang dibuang – buang sedangkan disisi lain masih banyak para lansia kita yang memerlukan bantuan beras dari kita,” ungkap Pastika

BACA :  Status Gunung Agung. Gubernur Himbau Wisatawan Jangan Ragu Datang ke Bali

Dalam safari kesehatan tersebut, Gubernur Pastika turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya dan Direktur RS Mata Bali Mandara Made Yuniti yang diperintahkan selanjutnya untuk memantau langsung kegiatan safari kesehatan tersebut. Safari kesehatan diisi dengan pemerinksaan awal kesehatan dan juga pemeriksaan mata secara gratis.*