Pencarian Pesawat
Pencarian Pesawat. (Foto, Merdeka.com)

Jakarta – Upaya pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh terus dilakukan. Pada 09.40 WIB, tim investigator KNTK pergi ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara untuk berkoordinasi dengan BPPT agar dapat menggunakan Kapal Baruna Jaya IV dalam upaya pencarian lokasi jatuhnya pesawat JT-610. Karena kapal Baruna Jaya IV memiliki peralatan Multi Beam Sonar yang dapat memindai dasar laut dengan akurasi yang sangat tinggi.

“Pukul 10.00 WIB, Ketua KNKT bersama Kepala Basarnas melakukan konferensi pers mengenai kepastian informasi pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat,” kata Haryo seperti ditulis Warta Ekonomi.

Pada 14.00 WIB, tim investigator KNKT menuju Pelabuhan Tanjung Priuk untuk berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut perihal penggunaan Kapal Navigasi (KN) Enggano dengan membawa pinger locator milik KNKT. Dengan begitu, tim dapat mencari lokasi jatuhnya pesawat JT-610.

BACA :  Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air

“Dalam investigasi ini, KNTK menerima tawaran kerja sama dan bantuan pihak Singapura TSIB (Transport Safety Investigation Bureau) dan Malaysia AAIB (Air Accident Investigation Bureau),” kata Haryo.

Dirops Pencarian dan Pertolongan Basarnas Brigjen (Mar) TNI Bambang Suryo Aji di kantornya, Kemayoran, mengatakan banyak korban yang masih berada di dalam pesawat.

Saya prediksi dengan adanya pencarian atas permukaan mulai tadi pagi sampai dengan sekarang baru menemukan beberapa potongan tubuh saja, saya prediksi diperkirakan banyak korban yang masih di dalam pesawat,” kata dia.

Tim saat ini harus segera mencari posisi bangkai kapal tersebut. Pencarian dilakukan dengan penyelaman karena kedalamannya sangat memungkinkan bagi penyelam.

BACA :  Konpensasi Bagi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air

“Luasan lokasi pencarian ini cukup luas. Karena itu, Basarnas akan berkoordinasi dengan TNI AL di lapangan,” katanya.