Karimun – Ratusan anggota dan pengurus Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kundur, yang turut tergabung didalam aksi demo di depan Kantor DPRD Karimun Provinsi Kepri, pada senin pagi (22/2) membuang ratusan baju seragam organisasinya sendiri. Mereka rela bertelanjang dada untuk melemparkan baju yang dikenakannya di depan pagar Gedung DPRD. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap Pengurusan Perpat Pusat yang berada di Provinsi Kepri.

Mulai dari anggota beserta pengurus, secara sepontan keluar dari organisasi kepemudaan tersebut. Keputusan ini diambil karena mereka mengaku telah diintimidasi oleh pengurus Perpat Provinsi Kepri.

“Saya hari ini juga dan anggota serta pengurus lainnya langsung keluar dari Perpat dan tidak usah lagi ada Perpat di Kundur, kami tetap bisa makan tanpa perpat. Kami tidak mau diintimidasi oleh Pengurus Perpat Provinsi, Yanto. Kami tak terima kalau beliau minta harus memberitahukan aksi demo yang kami gelar di DPRD ini. Harusnya ada pemberitahuan dan ada izin. Selama ini kami buat kegiatan tidak ada lapor melapor atau izin dari Provinsi. Kok sekarang kami demo ini disuruh lapor,” kata Ketua Perpat Kundur, Zulkaryanto, atau biasa disapa Yayak.

BACA :  Solusi Transportasi Aplikasi, Komisi V DPR Usul Perpres atau Perppu

Pria yang akrab disapa Yayak itu pun menegaskan bahwa sebanyak 924 anggota Perpat se Pulau Kundur juga dinyatakan keluar dari organisasi yang telah diikutinya bertahun-tahun. Itu dilakukan karena mereka merasa kecewa atas intimidasi yang dilakukan Perpat Provinsi Kepri.

“Tadi pun juga kami ditelepon oleh Sekjen Perpat Kabupaten Karimun, Defanan Syam menanyakan dimana posisi kami. Tidak berapa lama setelah itu Perpat Provinsi Kepri, Yanto pun menelpon bahkan mengintimidasi kami dengan mengatakan harus ada pemberitahuan. Semua anggota dan pengurus di Kundur sepakat tidak perlu ada Perpat lagi di kampung kami,” ucapnya.

Sementara Dewan Pembina Perpat, Muhammad Asyura pun mengaku geram dengan tindakan yang dilakukan oleh Perpat Provinsi Kepri. Ia
menyebutkan selama ini Perpat Kundur tidak pernah dibesarkan oleh pengurus Provinsi.

BACA :  Pernyataan Ketua DPRD Anambas, Imran, Menjadi Sorotan Tokoh Masyarakat Anambas

“Selama ini kita yang membesarkan Perpat Kundur apakah ada mereka membantu kami. Yang membesarkan mereka adalah saya dan semua
kegiatan yang dibuat di Kundur adalah saya yang bantu. Kalau begini tanpa Perpat kita pun tetap bisa maju kok. Jujur saja ketika kami buat kegiatan dan mendatangkan pengurus Perpat Provinsi dalam membuka kegiatan yang kami buat, ongkos dan penginapan mereka kami yang bayarkan. Justru kami tidak pernah memberatkan mereka,” kata Asyura dengan kesal.*

Oleh : Z