Remaja perempuan asal Tepi Barat, Palestina disekap dan dipenjara oleh militer Israel selama dua bulan sebab melempar batu kepada prajurit Negeri Zionis itu. Angkatan bersenjata Israel berkilah mereka hanya lewat namun gadis itu tetap melempari mereka. Ini kasus pertama penangkapan wanita muda Palestina oleh militer Negeri Bintang Daud.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (29/1), kasus penangkapan Malak al-Khatib asal wilayah Betin ini kembali membuat hubungan Palestina-Israel memanas terutama di kalangan kaum muda. Dalam pelbagai kesempatan militer Zionis dan remaja Tepi Barat saling serang di perbatasan.

Ditahan bulan lalu, Malak satu-satunya perempuan Palestina di bawah umur yang ditahan otoritas Israel. Selain berkilah Malak melempar batu, Zionis juga menyebutkan gadis itu menyimpan pisau di sakunya. Menurut undang-undang Negeri Bintang Daud, Malak mendapat sanksi dua bulan penjara dan denda sekitar Rp 17 juta.

“Padahal anak 14 tahun tidak menakutkan sama sekali. Tidak mengancam nyawa, apalagi dia perempuan,” ujar ayah Malak, Ali.

Ali menyesalkan penangkapan pada anaknya. Seluruh militer Zionis memiliki senjata lengkap, rompi anti peluru, seragam tebal, juga terlatih. Sungguh terlalu jika mereka masih terancam dengan lemparan batu remaja perempuan.

Akhir bulan ini Malak genap dipenjara empat pekan. Dia akan menghabiskan sebulan lagi di penjara khusus wanita di wilayah pusat Israel.

Enam tahun belakangan Israel memang masif menangkapi para remaja pelempar batu di Tepi Barat maupun Jalur Gaza. Batu menjadi satu-satunya senjata tersisa bagi generasi muda Palestina ini. Namun lemparan batu mereka sering mendapat serangan balik baik penangkapan ataupun gas air mata serta penembakan peluru tajam. Paling sering ditangkap remaja laki-laki.

 

 

 

(merdeka.com) http://www.merdeka.com/