Pertemuan para tokoh Nasrani dan pengurus gereja yang digelar oleh Polsek Urban Tanjungbalai Karimun di Gerai Kopi Polres Karimun Coastal Area, Selasa (21/8)

KARIMUN – Jajaran Polsek Urban Tanjungbalai Karimun mengumpulkan seluruh tokoh agama dan tokoh pendeta nasrani, di Gerai Kopi Polres Karimun Coastal Area, Selasa (20/8).

Hal itu dilakukan terkait kerusuhan yang terjadi di Papua, sehingga digelar kegiatan penggalangan dan deklarasi.

“Kegiatan ini digelar untuk memberikan himbauan Kamtibmas yang sedang terjadi, baik di Kabuapten Karimun maupun kejadian Nasional, mengenai pasca penangkapan terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya,” kata Kapolsek Urban Tanjungbalai Karimun, AKP Budi Hartono.

Dalam kesempatan itu, ada 13 tokoh dan pengurus gereja di Karimun yang hadir. Dengan harapan, para undangan dapat menyampaikan kepada seluruh jemaatnya saat ibadah maupun kegiatan lainnya, untuk tidak terprovokasi dengan berita-berita di medsos.

“Kita harus menjaga Karimun tetap aman dan kondusif,” jelas Budi.

Dari pembahasan tersebut, didapati bahwa sampai saat ini pasca peristiwa itu tidak ada yang terprovokasi. Oleh karena itu dihimbau agar dapat bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas, yang aman dan kondusif.

Dikatakan Budi, untuk antisipasi kejadian yang meluas dan berkepanjangan, perlu dilakukan pendekatan dan penggalangan sesegera mungkin terhadap tokoh-tokoh agama nasrani, baik itu Protestan maupun Katolik.

“Dengan maksud agar segera disampaikan kepada para jemaat di Gereja masing-masing, agar agar tidak terprovokasi dengan isu intoleransi antar agama. Sehingga kerukunan hidup antar umat beragama di Karimun terjaga,” jelas Budi.(*)