Presiden Jokowi resmikan pengeboran perdana MRT

mrt jakarta

 

 

+

+

+

 
Presiden Joko Widodo telah meresmikan pengoperasian perdana mesin bor bawah tanah proyek transportasi masal alias mass rapid transit, MRT, Jakarta, di dekat patung Api Nan Tak Kunjung Padam di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (21/9) pagi.

Presiden Jokowi memberi nama mesin bor ini Antareja, tokoh pewayangan yang bisa menembus bumi.

Mesin berdiameter 6,7 meter dan berat 323 ton itu akan menggangsir bumi untuk membuat jalur MRT dalam tanah dari Patung Pemuda, di kawasan Senayan, hingga kawasan Setia Budi, Kuningan, Jakarta.

Pengeboran bawah tanah proyek MRT ini akan berlangsung selama 24 jam setiap harinya dengan kecepatan delapan meter per hari, dan rencananya akan berlangsung hingga Desember 2016, seperti dilaporkan situs resmi Sekretariat Kabinet.

Dalam siaran persnya PT MRT Jakarta menyebutkan, proyek MRT Jakarta koridor selatan–utara terbagi dalam dua fase.

Fase pertama menghubungkan Lebak Bulus–Bundaran HI, sedangkan fase kedua akan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Kampung Bandan.

PT MRT membutuhkan empat mesin bor untuk membangun enam stasiun bawah tanah di Jakarta. Stasiun bawah tanah MRT yang akan dibangun antara lain Stasiun Bunderan Hotel Indonesia, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora dan Bundaran Senayan.
Mengangkut 280.000 penumpang per hari

Pada koridor pertama sepanjang 9,8 kilometer, MRT akan melitas di jalur layang dan begitu mendekati Patung Senayan akan masuk jalur bawah tanah sepanjang 9,7 km menuju Bundaran HI.
Image copyright AFP
Image caption Pembangunan MRT diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan parah di Jakarta yang selama ini belum dapat ditangani.

Pembangunan jalur Lebak Bulus–Bundaran HI diperkirakan selesai pada 2018 dan akan bisa mengangkut sebanyak 280.000 penumpang setiap hari.

Menurut PT MRT Jakarta, pekerjaan struktur layang telah selesai 18 persen, sedangkan struktur bawah tanah selesai 41 persen pada 31 Agustus 2015 lalu.

Adapun konstruksi yang tengah dikerjakan meliputi pembuatan fondasi kolom jalur dan stasiun layang, pekerjaan pembangunan boks stasiun bawah tanah, dan pekerjaan konstruksi depo MRT.

Pada Oktober 2013 lalu, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan MRT di kawasan Dukuh Atas.

Dalam sambutan saat peresmian, Jokowi mengatakan, proyek pembangunan MRT telah tertunda selama 24 tahun.

Pembangunan MRT diharapkan dapat menyelesaikan masalah kemacetan parah di Jakarta yang selama ini belum dapat ditangani.

+
(BBC)