Pembukaan Rembug Desa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018, di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya , Denpasar, Minggu (21/1).
Pembukaan Rembug Desa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018, di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya , Denpasar, Minggu (21/1).

Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan agar program pembangunan desa di Bali tidak tumpang tindih. Mengingat Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengalokasikan dana yang sangat besar bagi pembangunan di desa. Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat membuka  Rembug Desa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018, di Gedung Ksiraarnawa, Taman Budaya , Denpasar, Minggu (21/1).

Menurut Pastika, masih banyak program di desa belum terintegrasi, bahkan dalam pelaksanaanya cenderung tumpang tindih dan mubazir. Kondisi ini mengakibatkan upaya penurunan tingkat kemiskinan di desa tidak signifikan. Harusnya Program pembangunan desa menjadi suatu gerakan yang terpadu dan terkoordinasi.

Gubernur Bali menyampaikan keberadaan desa dewasa ini tidak hanya menjadi fokus pembangunan, tetapi juga sebagai perancang pembangunan yang berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan. Ketersediaan anggaran yang besar bagi pembangunan desa, hendaknya dikelola dengan tepat sehingga dapat mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarkat.

Anggaran yang besar juga  berpotensi terjadi penyimpangan apabila aparat desa tidak paham ketentuan yang mengaturnya. ” Sudah banyak sekali aparat desa yang berurusan dengan penegak hukum. Untuk itu para perbekel saya minta tingkatkan kualitas diri agar layak menjadi perbekel dan bekerjalah sesuai NSPK. Pahami aturan yang ada dan rajinlah berkonsultasi jika menemui permasalahan,manfaatkan Forum Perbekel yang ada untuk berdiskusi dan mencari solusi, “ujar Pastika.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Inspektur Jendral Kementrian Desa , PDT dan Transmigrasi DR. Ir. H. Ansar Husein, M.Si menyampaikan bahwa pembangunan desa- desa di Indonesia berjalan dengan cepat dan massif. Pembangunan desa tersebut ditunjukkan laju penurunan kemiskinan di desa lebih cepat dari di kota. Begitu juga tingkat pengangguran terbuka  di desa juga menurun.

Mentri Desa, PDT dan Transmigrasi juga berharap  Kepala desa dan perangkatnya  dapat bekerja dengan baik dan berkonstribusi dalam menjaga pemanfaatan dana desa. Seluruh masyarakat desa diharapkan lebih bekerja keras dan terus berupaya mewujudkan kemandirian desa.*