Rafiq Sampaikan Enam Prioritas Yang Wajib Dirumuskan Dalam Musrenbang Kabupaten Karimun

KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan enam poin dalam program dan kegiatan rancangan prioritas pembangunan untuk tahun 2019 mendatang. Keenam poin tersebut tertuang didalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Karimun yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Bupati, Selasa (20/3).

Menurut Rafiq, kita perlu menetapkan prioritas pembangunan sesuai dengan sumber daya dan kemampuan anggaran untuk penyelesaian permasalahan serta merespon isu strategis, seperti perlunya konektivitas antar wilayah, permasalahan genangan banjir, kebersihan, akses sanitasi yang layak, dan belum meratanya akses terhadap air minum serta rendahnya rasio elektrifikasi terutama di daerah pulau-pulau kecil.

“Maka kita harus senantiasa mempertajam analisis terhadap rumusan kekuatan dan peluang yang ada, juga mengetahui berbagai kelemahan dan tantangan kabupaten karimun saat. Disamping, itu kita harus tetap berpedoman kepada arahan yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah yang dimiliki,” ucap Rafiq dalam membuka Musrenbang tersebut.

Adapun enam poin yang dimaksud dalam pembahasan Musrenbang tersebut adalah, pertama pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Prioritas ini difokuskan pada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan pelabuhan baik bongkar muat maupun penumpang, pembangunan dermaga, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. Termasuk pengendalian banjir dan pengaman pantai,penyediaan dan pengolahan air baku.

Kedua, pengembangan sumberdaya maritim dan pertanian sebagai basis ekonomi kerakyatan. Pada prioritas ini, pembangunan difokuskan untuk peningkatan kualitas pertumbuhan produksi pertanian, peningkatan produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pertumbuhan perikanan antara lain penguatan dan pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, pengembangan industri kecil dan menengah pendukung ekonomi perdesaan, serta peningkatan sarana prasarana pariwisata.

“Prioritas ketiga adalah, peningkatan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan kompetitif. Fokus dalam pembangunan adalah perluasan akses masyarakat atas pendidikan dan kesehatan, peningkatan perlindungan sosial, penanganan masalah kekurangan gizi dan gizi buruk, perluasan kesempatan berusaha, perbaikan iklim ketenagakerjaan dan perluasan kesempatan kerja antara lain melalui peningkatan pengembangan berbagai bentuk pelatihan ketenagakerjaan yang berorientasi pada pangsa pasar. Khususnya yang berhubungan dengan kebutuhan tenaga kerja di kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan Spesial Ekonomi Zone (SEZ), peningkatan produktivitas dan akses UKM kepada sumber daya produktif, serta peningkatan daya tarik investasi di daerah,” tambahnya.

Pada poin empat, ditekankan kepada prioritas peningkatan fungsi dan kelestarian lingkungan hidup. Yang difokuskan kepada peningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang, pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan persampahan yang lebih optimal, sehingga terwujudnya lingkungan yang lestari dan berkelanjutan sesuai dengan semangat karimun Bersih (beriman, sehat, indah dan harmonis). “Didalam aktualisasinya, tidak cukup hanya dengan memperoleh penghargaan piala Adipura, sebagaimana yang telah kita pertahankan selama dua tahun ini, namun yang paling penting adalah kita dapat melakukan perubahan perilaku hidup masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, dan keikutsertaan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” jelas Rafiq.

Sedangkan poin kelima, mengenai peningkatan masyarakat yang berbudaya berlandaskan iman dan taqwa, dengan difokuskan kepada peningkatkan nilai-nilai budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat, meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, serta mewujudkan generasi muda bermoral dan berkarakter.

Priororitas terakhir adalah, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah, yang difokuskan kepada peningkatan pembangunan aparatur pemerintah dijabarkan pada peningkatan pendayagunaan sumberdaya aparatur, peningkatan transparansi pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan pengendalian terhadap pelaksanaan program pembangunan.

Dalam Musrenbang yang digelar selama tiga hari atau berakhir pada Kamis besok (22/3), menghadirkan beberapa pemateri seperti dari Bupati Karimun, DPRD Kabupaten Karimun, Kepala Perwakilan BPKP Pprovinsi Kepri, Kementerian PPN atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Kementerian Keuangan RI dan Barenlitbang Kepulauan Riau.(*)