RSUD Kepri

Kundur News – Tanjungpinang. Salah satu perbedaan yang menonjol pada RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, adalah jumlah antrian layanan antara pasien umum dengan pasien yang menggunakan kartu Jaminan Kesehatan, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Banyaknya jumlah pasien yang menggunakan Jaminan Kesehatan itu, membuat pesakit harus menunggu hingga berjam-jam bahkan hingga setengah hari. Hal itu sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Kepri, bahkan banyak dari mereka memilih 2 kali datang, mengambil nomor antrian kemudian kembali lagi setelah beberapa jam kemudian.

Salah satu pasien non-BPJS yang membawa anaknya, Tuah, untuk berobat mereka lebih memilih membayar ketimbang mamakai kartu BPJS yang ia miliki. Hal itu lantaran antrean yang ia dapatkan pada nomor pasien ke 241, dari antrian berjalan 111.

Merasa tidak sabar bakal menunggu berjam-jam, orang tua dari Tuah kembali mengambil nomor antrian ‘Pasien Umum’, kurang dari 5 menit pasien sudah bisa langsung dilakukan pemeriksaan dan perobatan.

“Sekira pukul 09:00 kita ambil nomor antrian pasien BPJS, antriannya dapat nomor 241, sedangkan saat ini baru nomer 111, mau berapa lama kita disini?, terus kami ambil lagi nomor antrian non BPJS, ternyata belum lima menit kami duduk, langsung kami di arahkan ke ruang Dokter periksa”. Ujar keluarga pasien itu, Jumat (03/03).

Salah satu petugas pendaftaran pasien di ruang tunggu RSUD mengakui lancarnya urusan pasien jika menggunakan pasien Umum atau Non-BPJS, hal itu menurutnya karena jumlah pengguna Kartu Jaminan Kesehatan saat ini terlalu banyak, sehingga menyebabkan antrian hingga berjam-jam.

“Kalau layanan kita tetap sama, tidak ada perbedaan baik yang menggunakan BPJS maupun Umum, tapi karena banyaknya jumlah pasien BPJS, sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang”. Ujar Petugas.

Masalah antrian memang menjadi problema yang sering muncul disetiap Rumah Sakit, baik yang menggunakan sistem antrian manual maupun sistem antrian terkomputerisasi. Penerapan sistem yang tepat saat ini sangat ditunggu masyarakat, yang mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien khususnya sistem pelayanan antrian.*