Karhutla di desa Lubuk
Karhutla di desa Lubuk

KARIMUN – Ratusan hektare kebun karet milik sejumlah petani di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, hangus terbakar, beberapa hari bekangan ini.

Warga berharap, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ada solusi dari pemerintah dan aparat Kepolisian agar dapat menindak pelaku kebakaran lahan. Pada kesempatan itu, warga menyampaikan keluhannya kepada kepada wartawan Kundur News.

BACA :  Akibat Karhutla di Kundur, Puluhan Petani Kehilangan Mata Pencaharian

Sejumlah perwakilan warga yang berharap ada solusi dengan adanya kebijakan untuk menangkap pelaku pembakan tersebut. Dengan kejadian tersebut, bagaimana kebun karet yang terbakar itu bisa diolah dengan bantuan pemerintah.

Sopan (58) salah satu warga Desa Lubuk mengaku, satu hektar kebun karetnya habis terbakar akibat imbas dari kebakaran lahan.

“Kami sangat berharap segera ditangkap pelaku pembakaran karhutla. Karena karet yang sudah terbakar ini akan mati dan harus ditanam ulang lagi,” ujar Sopan, Selasa (12/11/2019) siang.

BACA :  Akibat Karhutla di Kundur, Puluhan Petani Kehilangan Mata Pencaharian

Menurutnya, untuk mengolah kebun karet baru tentunya mengeluarkan modal yang cukup besar.

“Modal bibitnya, Itu pun harus nunggu sampai enam tahun baru bisa produksi,” kata Sopan.

Dia mengatakan, kebunnya yang terbakar sudah menghasilkan, namun kini tidak akan bisa lagi berproduksi setelah terbakar.

Ia pun tidak henti-hentinya mengingatkan kepada siapa pun agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang bisa memicu kebakaran lahan, perkebunan maupun hutan seperti melakukan pembakaran atau bisa disebabkan hal yang sepele seperti membuang puntung rokok yang baranya masih menyala ke semak-semak.*