Kundur News

 

Malaysia – Ribuan warga Malaysia bersiap melakukan unjuk rasa besar-besaran di ibukota Kuala Lumpur dan berbagai tempat lain, menuntut mundurnya Perdana Menteri Najib Razak terkait skandal keuangan yang melibatkannya.

PM Najib Razak menghadapi kemarahan publik setelah terungkap adanya aliran dana sebesar lebih dari $700 juta (sekitar Rp. 9 triliun) dari sumber asing yang tak dikenal kepada rekening bank milik sang Perdana Menteri.

Hal ini terungkap bulan lalu ketika dilakukan penyelidikan tentang dugaan mismanajemen di tubuh lembaga sarat utang, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didanai pemerintah.

PM Najib Razak membantah segala tudingan.

Para aktivis pro demokrasi dari kelompok Bersih menyerukan warga untuk turun ke jalan di Kuala Lumpur, Kota Kinabalu dan Kuching.

Unjuk rasa direncanakan berlangsung juga hari Minggu (30/8), namun pihak keamanan masih menolak memberikan izin demonstrasi yang diajukan kelompok Bersih.

Penjagaan keamanan tampak ketat di seantero kota, dan perhatian akan tertuju pada apakah ada kemungkinan tentara melakukan intervensi.

Hari Sabtu ini bertepatan pula dengan gladi resik perayaan Hari Merdeka Malaysia yang ke 58.

 najib razak 

PM Razak dan mantan orang kuat Mahatir Mohamad yang kini menyerukannya agar mundur. (Foto: AFP)

PM Najib dalam blognya mengatakan ia tak ingin adanya “provokasi,” dan bahwa “apapun ketidak-sepakatan dan kesalah-pahaman di antara kita, Hari Merdeka tidaklah pantas digunakan sebagai panggung bagi sengketa politik.

PM Najib dituding menerima $700 juta dari 1MDB, lembaga yang ia dirikan tahun 2009 untuk mencoba membuat Kuala Lumpur menjadi sebuah pusat keuangan.

Para menteri mengatakan, tak ada yang keliru ihwal dana itu, karena merupakan “sumbangan politik” biasa dari sumber-sumber Timur Tengah yang tak disebut jati dirinya,

1MDB sendiri mengatakan tak pernah memberikan uang pada PM Najib dan menuding semua tuduhan itu sebagai “tak berdasar.”

Namun bekas orang kuat Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa ia tak percaya uang itu merupakan sumbangan, dan menyerukan PM Najib untuk mundur.

Sejauh ini PM Najib masih menikmati dukungan penuh koalisi Barisan Nasional yang berkuasa, serta partainya, UMNO.

Awal bulan ini, pihak berwenang membekukan dua surat kabar dan memblokade akses terhadap situs web yang melaporkan skandal menyangkut 1MDB. Langkah ini menimbulkan protes besar.

Pm Najib juga mengancam untuk menutup akses terhadap situs yang memberitakan unjuk rasa akhir pekan ini.

sumber: BBC