Salah-satu-siswi-di-Kundur-Ini,-Wakili-Kepri-Ke-Ajang-Nasional
Iis Okta Nurria Putri, sapaan Iis

Karimun – Iis Okta Nurria Putri, sapaan Iis, salah satu siswi kelas XII SMA Negeri 3 Kundur, berhasil terpilih menjadi salah satu peserta di acara Parlamen Remaja Tahun 2019, tingkat Nasional.

Kegiatan yang mengusung tema “Remaja Peduli Lingkungan: Cintai Bumi Cintai Lingkungan” ini membuat  Iis tertarik untuk mengikutinya. Ia merasa bahwa tema tersebut sesuai dengan passionnya. Hal itu lalu membuatnya bersemangat untuk maju sebagai Dapil Kepulauan Riau.

“Sebagai generasi milenial, kita juga harus peduli dengan lingkungan, miris rasanya kalau melihat masalah sampah di negara kita saat ini, sampai kapan kita harus berdiam diri menyaksikan sampah-sampah terus menumpuk di lingkungan kita setiap hari,” ujar Iis saat di tanya soal alasannya maju sebagai Dapil Kepulauan Riau.

Adapun Parlemen Remaja adalah kegiatan yang  dibentuk oleh Sekretariat Jenderal dan Badan keahlian DPR RI, melalui Biro Pemberitaan Parlemen. Tujuannya untuk memberikan wahana pendidikan demokrasi bagi para pelajar SMA dan SMK se-Indonesia.

Agar terpilih sebagai Caleg Parlemen Remaja, ada beberapa tahapan harus dilewati. Diantaranya harus membuat esai mengenai gagasan terkait tema “Komitmen Parlemen dalam Menjaga Lingkungan Hidup.” Dalam penulisnya, Iis mengangkat sub-tema kebijakan impor sampah (Non-B3). Lalu setelah itu, ia juga membuat sebuah video yang berisi tentang apa akan dilakukannya jika kelak terpilih sebagai legislator.

Indonesia belakangan ini kerap menerima limbah impor dari negara maju seperti Amerika, Australia, Jerman, dan Hongkong. Berdasarkan Investigasi Ecoton, sampah-sampah yang di import berupa sampah kertas disusupi kontaminan sampah rumah tangga dengan 35% sampah plastik. Hal ini tentu saja akan menjadi persoalan tersendiri bagi Indonesia.

“Seperti kita ketahui bahwa sampah plastik sangat rendah nilai ekonominya, yang ada kelak sampah-sampah itu justru akan membawa dampak yang lebih buruk bagi Indonesia ke depannya. Mulai sekarang, harusnya ada kebijakan untuk stop Import sampah! Indonesia bukanlah bank sampah dunia,” tutur Iis.

Oleh sebab itu, dia merasa perlu untuk menyuarakan agar import sampah dapat dihentikan.

“Jika tidak kita suarakan, mau sampaikan? Setidaknya milenial juga punya hak untuk bebicara, melalui parlemen remaja ini saya ingin mengajak seluruh kaum milenial untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar,” kata dia.

Terpilih menjadi salah satu legislator mewakili Dapil Kepulauan Riau membuatnya bersyukur. Remaja yang mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga, pihak sekolah dan teman-temannya ini akan berangkat ke Jakarta dan mengikuti kegiatan yang akan dimulai sejak tanggal 2 hingga 6 september.

Kegiatan Parlemen Remaja sendiri akan dibuka langsung oleh Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI.

Iis berharap ia dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mempersembahkan yang terbaik. Sebagai anak pesisir, membawa nama baik sekolah di kancah nasional membuatnya harus berusaha lebih cerdas untuk mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya.

“Milenial harus mampu bersuara dan menyuarakan pendapat. Mari sama-sama mencintai lingkungan, dah mulailah dari diri kita sendiri, sebagai anak pulau kecil, saya merasa beruntung mendapatkan kesempatan ini,” ucap Iis.(*)

By: Suriyati