Tanah Merah — Animo masyarakat dalam rangka haul Akbar guru sekumpul, tidak semerta-merta di Martapura Kalimantan Selatan saja, namun masyarakat di desa Tanjung Baru juga mengelar haul dalam menghormati para ulama di tanah air.

 

Seperti yang dilaksanakan di mesjid Syuhada,l dengan penceramah KH.Gusti Nur Azmi dari sekumpul Martapura ( KalSel ) sekaligus juga melaksanakan kegiatan isra mi’raj nabi Besar Muhammad SAW 1444/Hijriah di Desa Tanjung baru, Kec.Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at(03/02/2023) pagi.

 

Acara dihadiri antara lain Wakil Bupati Inhil,Bpk H.Samsydin Uti, Penceramah,Tuan guru Gusti Nur Azmi, Anggota dewan Prov Riau, Suhaidi, Anggota dewan Kab Inhil H.taufik, Anggota dewan Kab, Inhil Samino, Danramil 02/TM di wakili Babinsa Tanjung Baru, Serda Agusmi harianto., Kapolsek Tanah Merah,AKP Syaukani, Kepala desa sekecamatan Tanah merah. Masyarakat kurang lebih 500 orang .

 

Menurut Serda Agusmi Harianto Haul Guru Sekumpul adalah acara tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati hari wafat Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau yang kerap disapa Abah Guru Sekumpul. Haul ini diadakan setiap tanggal 5 Rajab dan dipusatkan di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Namun bagi masyarakat di desa Tanjung Baru juga ikut melaksanakannya setiap tahunnya.

 

“Alhamdulillah animo masyarakat di sini sangat ramai melaksanakan haul nya dan juga menghadiri isra mi’raj nabi Besar Muhammad SAW,” tandasnya.

 

Bulan Rajab dalam penanggalan Hijriah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan Rajab ada satu peristiwa penting di dalam Islam, yakni perjalanan Isra dan Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW.

 

Peristiwa Isra Mi’raj sangat berarti bagi umat Islam, karena di dalam peristiwa ini perintah shalat pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. “Sebagai mana kita ketahui, perintah shalat merupakan bagian dari rukun Islam yang kedua, dan menjadi ibadah yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini terjadi pada tanggal 27 Rajab,” kata bang Hati sapaan akrabnya.

 

Ia juga berharap agar setelah mendengar Tausiyah Isra mi’raj dari KH.Gusti Nur Azmi dari sekumpul Martapura ( KalSel ) masyarakat Kelurahan Pulau Kijang bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Sehingga kita bisa mengikuti tauladan kita yaitu nabi Besar Muhammad SAW,” cetusnya.