Sidak DPRD Karimun Terhadap Layananan RSUD M Sani

KARIMUN – Terkait keluhan masyarakat terhadap layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Sani baru-baru ini, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun melakukan inspeksi mendadak.

BACA: Bupati Temukan 100 Lebih Pegawai Bolos Saat Hari Pertama Dinas Usai…

Rombongan dari DPRD yang diketuai langsung oleh Ketua Komisi II, M Yusuf Sirat, menuju ruang manageman RSUD di lantai III, bertemu Direktur RSUD. Mereka menayakan terkait layanan di rumah sakit tersebut.

Rombongan dari Komisi II itu juga menjenguk langsung pasien yang berada di lantai IV, khususnya pasien BPJS. mereka menanyakan terhadap

Beberapa pasien mengaku tetap dilayani dengan baik. Hanya saja, stok darah menjadi kendala bagi dirinya untuk saat itu dapat ditangani.

Rombongan juga berdiskusi dengan para perawat lantai IV, sehingga dapat masukan terkait layanan.

“Terus terang dalam menangani pasien kami cukup kewalahan dan diluar dari rasio. Harusnya kan dari tiga perawat menangani tiga sampai lima pasien. Tapi kami satu perawat menangani sampai 10 pasien,” ucap salah seorang perawat.

Sementara Yusuf Sirat pun menyampaikan, keluhan dari para perawat juga menjadi masukan bagi Direktur RSUD M Sani. “Secara perlahan pasti permintaan tadi agar ada tambahan perawat dapat dipenuhi. Tapi terlebih dahulu kita akan memenuhi permintaan para pasien dan mendengar apa saja yang dialami serta seperti apa pelayanan disini,” kata Yusuf Sirat.

Sehubungan dengan diterimanya informasi keluhan dari masyarakat, Yusuf Sirat mengaku justru ada dua jenis informasi yang ia pelajari, pertama adalah informasi kritik membangun dan informasi kritik menjatuhkan. Sehingga keduanya perlu ditanggapi dengan bijaksana.

“Memang kita akui kebebasan di mediasosial saat ini seperti apa. Tapi perlu ditanggapi dengan baik,” ucapnya.

Direktur RSUD, Zulhadi pun menanggapi memang jumlah perawat di RSUD saat ini masih mengalami kekurangan. Tahun 2017 kemarin ia sudah menambah tenaga perawat sekitar 10 orang dan itu masih dinilai kurang, dan menurut rencana tahun 2018 ini akan ditambah sekitar 15 perawat.