
Natuna, Kundurnews.co.id – Polemik kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Natuna resmi ditutup. PWI Provinsi Kepulauan Riau mencabut Surat Keputusan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Sekretaris PWI Natuna atas arahan langsung Ketua Umum PWI Pusat, sekaligus mengembalikan seluruh kewenangan organisasi kepada kepengurusan definitif hasil Konferensi Cabang (Konfercab) 2024.
Dalam surat resmi PWI Kepri, ditegaskan bahwa sebelumnya telah diterbitkan SK Nomor 45/PWI-KEPRI/X/2025 tentang penunjukan Plt Ketua dan Plt Sekretaris PWI Natuna. SK tersebut bersifat sementara, diterbitkan semata-mata untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi di tengah dinamika internal yang terjadi saat itu.
Namun, seiring kebijakan normalisasi organisasi dari PWI Pusat, PWI Kepri mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi SK Nomor 45/PWI-KEPRI/X/2025. Dengan pencabutan tersebut, tidak ada lagi dasar kewenangan kepengurusan sementara di tubuh PWI Kabupaten Natuna.
“Segala bentuk kewenangan dan aktivitas organisasi PWI Kabupaten Natuna dikembalikan sepenuhnya kepada kepengurusan PWI Natuna hasil Konfercab 2024,” demikian bunyi penegasan dalam surat PWI Kepri.
Surat pencabutan yang diterbitkan pada 30 Oktober 2025 itu diterima oleh Muhammad Rapi pada Januari 2026, sekaligus menegaskan kembali posisinya sebagai Ketua PWI Natuna yang sah dan definitif.
Meski demikian, PWI Kepri tetap memberikan apresiasi kepada Plt Ketua dan Plt Sekretaris atas dedikasi serta tanggung jawab yang telah dijalankan selama masa tugasnya, serta berharap proses normalisasi organisasi dapat berjalan tertib dan menjaga marwah PWI.
Menindaklanjuti pengembalian mandat tersebut, Muhammad Rapi langsung melakukan konsolidasi internal dan lintas organisasi pers. Ia juga menyatakan komitmennya untuk merangkul seluruh anggota dan mengakhiri polarisasi yang sempat terjadi.
“Mari kita kembali bersatu dan bersama-sama membangun Natuna ke arah yang lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu malam (11/01/2026).
Dengan berakhirnya kepengurusan sementara dan kembalinya kepemimpinan definitif, PWI Natuna diharapkan dapat kembali fokus menjalankan peran strategis pers sebagai penjaga etika jurnalistik, pilar demokrasi, serta mitra kritis pemerintah daerah. (Mon).









