NATUNA, Kundurnews.co.id – Program Tol Laut Indonesia yang disubsidi pemerintah untuk menekan disparitas harga barang di wilayah terluar disebut masih berjalan hingga saat ini. Namun masyarakat di Kabupaten Natuna menilai harga sejumlah kebutuhan pokok maupun material bangunan di pasaran belum menunjukkan penurunan signifikan.
Perwakilan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Natuna, Firman, mengatakan program Tol Laut masih berjalan sejak awal tahun dengan rute Jakarta–Letung–Tarempa–Natuna–Serasan–Midai–Jakarta.
Menurutnya, program tersebut bertujuan untuk mengurangi disparitas harga kebutuhan pokok antar wilayah, khususnya di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).
“Tol laut subsidi masih berjalan dan sudah berjalan sejak awal tahun. Tujuan utamanya untuk menekan disparitas harga serta memastikan ketersediaan barang di daerah 3TP,” ujarnya, Kamis (12/03/2026).
Firman menegaskan pihaknya hanya bertindak sebagai operator kapal yang melayani pengangkutan barang serta membantu pengawasan kegiatan di pelabuhan.
“PELNI hanya operator dan ikut mengawasi kegiatan di pelabuhan. Untuk masalah harga di pasar itu merupakan kewenangan Disperindag,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Natuna, Marwansyah, saat dikonfirmasi mengarahkan agar pertanyaan terkait program Tol Laut ditanyakan kepada pejabat teknis yang menangani program tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang yang menangani program tersebut, M. Maksum, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Sejumlah warga berharap program Tol Laut yang mendapat subsidi pemerintah benar-benar berdampak terhadap penurunan harga barang di daerah perbatasan.
Dengan adanya subsidi biaya angkutan laut, masyarakat menilai harga kebutuhan pokok maupun material bangunan seperti semen yang secara umum berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp75 ribu per sak di wilayah distribusi utama, seharusnya bisa lebih terjangkau ketika masuk ke Natuna melalui jalur pengiriman bersubsidi.
Masyarakat pun berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi dan harga barang yang masuk melalui program Tol Laut agar manfaat subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat di wilayah perbatasan. (Mon)























































