Webinar Moderasi Beragama

Tanjungbatu -. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) DR PLUS Tanjung Batu Kota mengadakan Webinar bertema” Pengaplikasian Moderasi Beragama Pada Kalangan Santri”. Webinar ini diikuti oleh 50 peserta melalui aplikasi Google Meet, Rabu (08/08/2021).

Seminar ini disampaikan oleh Siti Marwani, S.Ag Sebagai Guru SD Islam Al-Azhar BSD . Mengingat moderasi beragama menjadi bahan diskusi yang menarik karena kehidupan di Indonesia ini beragam, baik dari Suku, Agama, Ras, dan Golongan. Hardiyati salah satu anggota KKN mengatakan kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk mengedukasi masyarakat secara luas bagaimana cara kita menyikapi perbedaan SARA yang ada di Indonesia ini.

BACA :  Cegah Wabah Corona, Tim KKN-DR Plus UIN SUSKA RIAU Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Mushalla

“Moderasi Beragama atau Ummatan Wasathan setelah menganalisis apa yang dipaparkan para ulama dan ahli, adalah keseimbangan disertai dengan prinsip tidak berkelebihan dan berkekurangan, tetapi bukan sikap menghindar atau lari dari tanggung jawab, prinsip wasathiyah bukanlah resep yang siap kita pakai, melainkan upaya terus menerus untuk menemukan dan menerapkannya“, jelas Siti Marwani

BACA :  KUBA Bike Club dan Mahasiswa KKN-DR UIN Suska Riau, Budayakan Bersepeda Sekaligus Ajakan Penerapan Prokes

Melihat salah satu kunci untuk terus mengawal moderasi beragama adalah yang mayoritas mampu melindungi yang minoritas dan sebaliknya. “Saya berharap mahasiswa nantinya bisa memberikan action tentang wacana moderasi beragama yang sudah direncanakan ini dalam kehidupan masyarakat luas” Siti Marwani

Maulikasari salah satu peserta webinar mengatakan ” webinar ini sangat menarik, karena membahas mengenai problem yang sangat mendasar dalam kehidupan kita, Banyak dari masyarakat yang kurang dalam menempatkan prinsip fanatiknya. Saya sangat sependapat dengan apa yang dikatakan Buk Wani, bahwa mayoritas harus bisa mengayomi yang minoritas, serta sebaliknya.” Jelasnya

BACA :  Mahasiswa KKN-DR Plus UIN Sultan Syarif Kasim Riau Bagi-bagi Masker Dan Handsanitizer di Pasar Tradisional Siping Jaya Tanjungbatu

Hardiyati juga mengaku puas “ saya puas bisa mengikuti webinar pada kesempatan malam ini, Pemateri menyampaikan materi begitu relevan dengan apa yang sedang kita hadapi saat ini ditambah penyampaiannya juga mudah diterima dengan perpaduan gaya santri dan politikus”. Pungkasnya.*

Previous articleGubernur Serahkan Remisi Bagi Narapidana di Semua Lapas dan Rutan se Provinsi Kepri Saat HUT RI 76
Next articleDua Nelayan yang Kecelakaan Laut di Karimun Terima Bantuan PT Timah Tbk