FOTO: Kondisi tower telekomunikasi Telkomsel yang tumbang di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Rabu malam (8/1). Tower yang diketahui masih berusia sekitar tiga tahun tersebut roboh diduga saat kondisi angin kencang. Camat Bunguran Utara, Mikratulhayat, memastikan tidak ada korban jiwa, namun gangguan sinyal sempat dirasakan warga setempat.

NATUNA — Sebuah tower Telkomsel yang masih tergolong baru dilaporkan tumbang di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Rabu malam (8/1) sekitar pukul 22.45 WIB. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan standar keamanan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tersebut.

Camat Bunguran Utara, Mikratulhayat, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut Mikratulhayat, saat kejadian kondisi cuaca di wilayah Kelarik disertai angin yang cukup kencang. Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama robohnya tower tersebut.

“Untuk penyebab saya belum bisa memberi komentar,” kata Mikratulhayat.

Yang menjadi sorotan, berdasarkan keterangan warga, tower yang tumbang merupakan tower Telkomsel yang dibangun belakangan (tower kedua) dengan usia sekitar tiga tahun, sehingga dinilai masih relatif baru.

Tower tersebut berada di Desa Kelarik, tidak jauh dari Pos Polisi, dan dibangun untuk melayani wilayah blank spot.
Meski tower tumbang, layanan sinyal secara umum masih berjalan, karena tower lama di jalur Batubi–Kelarik masih berfungsi.

Namun demikian, gangguan sinyal tetap dirasakan warga Kelarik, sebagaimana diakui Camat Bunguran Utara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel terkait penyebab robohnya tower maupun langkah teknis penanganan lanjutan.

Kondisi ini memunculkan harapan agar pihak operator dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, mengingat tower yang roboh masih berusia muda dan berada dekat permukiman warga.

Laporan : mon

Previous articleAbrasi Terus Menggerus, LBH Natuna Terlihat Turun Saat Perlindungan Pesisir Masih Minim