Konsul Jendral (Konjen) Tiongkok Yang Mulia Hu Yinguan saat bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Renon-Denpasar, Rabu (13/12).
Konsul Jendral (Konjen) Tiongkok Yang Mulia Hu Yinguan saat bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Renon-Denpasar, Rabu (13/12).

Kundur News – Denpasar – Travel warning (peringatan untuk tidak berkunjung)  yang dikeluarkan Pemerintah Tiongkok pasca erupsi Gunung Agung ternyata tidak mempengaruhi minat warga Tiongkok untuk berkunjung ke Bali.  Terbukti jumlah wisatawan Tiongkok yg datang ke Bali tetap banyak.  Demikian disampaikan Konsul Jendral (Konjen)  Tiongkok Yang Mulia Hu Yinguan saat bertemu Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Renon-Denpasar, Rabu (13/12).

BACA: Langkah Strategis Sikapi Kelesuan Pariwisata Bali

Menurut Hu Yinguan, Pemerintah Tiongkok mengeluarkan Travel warning bukan karena adanya bahaya di Bali akibat erupsi Gunung Agung tetapi lebih pada antisipasi jika terjadi erupsi maka bandara akan tutup dan akan mengganggu perjalanan. Meskipun travel warning dikeluarkan, namun masih banyak warga negaranya yang tetap datang dan berlibur di Bali.

Konjen Tiongkok  juga berharap Gunung Agung dapat segera kembali normal dan kondisi pariiwsata Bali dapat pulih secepatnya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan bahwa Pulau Bali dalam kondisi aman untuk dikunjungi wisatawan. Meskipun Gunung Agung masih menggeliat menunjukkan aktifitasnya namun daerah yang terdampak hanya dalam radius 8 km dari puncak gunung sedangkan daerah lain di luar zona rawan bencana tersebut dinyatakan aman dan tak akan terkena dampak jika Gunung Agung erupsi.

Pastika menyampaikan, bahwasannya pemahaman terkait kondisi Gunung Agung dan Pulau Bali secara menyeluruh haruslah diperjelas terlebih ada kesan bahwasannya seluruh pulau Bali berada pada level 4 padahal sesungguhnya hanya radius 8 km saja yang berada dalam level tersebut.

Demikian pula halnya dengan kesiap siagaan petugas, peralatan serta masyarakat saat ini jauh lebih siap dan paham betul apa yang harus dilakukan jika seandainya Gunung agung meletus.

Terkait terjadinya penutupan Bandara yang sempat terjadi, Pastika menyampaikan bahwa sejak Gunung Agung menggeliat pada bulan September, penutupan bandara baru terjadi satu kali dan penutupan berlangsung kurang lebih 2,5 hari dan hingga saat ini kondisi bandara aman dan penerbangan berjalan normal.

“Saya mohon Yang Mulia bisa sampaikan kepada Pemerintah dan masyarakat Tiongkok bahwa  Bali masih sangat aman untuk dikunjungi. Silahkan datang berwisata ke Bali. Saya yakin warga Tiongkok masih cinta Bali dan ingin berlibur lagi ke Bali,” ujar Pastika.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Bali Dewa Gede Mahendra Putra dan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi daerah Jayadi Jaya juga menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemerintah Tiongkok yang telah menyalurkan sumbangan bagi para pengungsi Gunung Agung.