Walau-Status-Gunung-Agung-Turun,-Masyarakat-Diminta-Tetap-Waspada
Karo humas, Dewa Mahendra

Kundur News – Denpasar – Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra meminta masyarakat di sekitar Gunung Agung untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya, kendati status Gunung Agung turun dari awas menjadi siaga. Masyarakat juga diminta selalu mengikuti instruksi resmi dari pemerintah agar tidak terjadi kesalahan informasi. Harapan tersebut disampaikan Dewa Mahendra di Denpasar Minggu (29/10).

BACA: Status AWAS Gunung Agung Diturunkan Menjadi SIAGA

Dewa Mahendra menegaskan meskipun status aktivitas Gunung Agung telah diturunkan ke Level III (Siaga), namun aktivitas vulkanik Gunungapi Agung belum mereda sepenuhnya dan masih memiliki potensi untuk meletus. Pasca diturunkannya status Gunung Agung menjadi Level III (Siaga) maka radius bahaya yang semula 9 km kini menjadi 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral dari sebelumnya 12 km kini menjadi 7.5 km.

BACA :  Kadaluarsa Logistik Pengungsi Gunung Agung Jadi Perhatian

“Daerah terdampak yang terdapat di dalam radius 6-7,5 km antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badeg Dukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh. Sehingga, sekitar 47rb jiwa yang berasal dari daerah tersebut masih harus berada di pengungsian,” papar Dewa Mahendra.

Mengingat status Gunung Agung telah turun ke level III (Siaga), maka Birokrat asal Buleleng itu pun memperbolehkan pengungsi yang berasal dari desa/dusun yang berada di luar radius 6-7,5 km seperti dalam daftar desa/dusun tersebut di atas unruk kembali pulang ke rumah masing-masing.*