4-alasan-mereka-yang-menolak-harga-bbm-naik

Di hadapan para mahasiswa di Brisbane, Australia, Presiden Joko Widodo memberikan sinyal segera menaikkan harga BBM subsidi. Bahkan, dia mengaku tidak khawatir mengeluarkan kebijakan yang tidak populer tersebut demi menyelamatkan anggaran.

“Masalah subsidi BBM, ini juga masalah. Selama lima tahun anggaran untuk subsidi Rp 714 triliun, yang untuk kesehatan Rp 220 triliun untuk infrastruktur Rp 570 triliun, masa kesehatan rendah, infrastruktur rendah. Mau kita teruskan? enggak bisa, ” kata Jokowi di Brisbane, Australia, Jumat (14/11).

Menurut dia, bila satu tahun tersedia anggaran Rp 433 triliun sementara untuk membangun waduk diperlukan Rp 400 miliar maka bisa dibangun 1.000 waduk. Sementara anggaran membuat jaringan rel di Sumatera, Papua, Kalimantan Rp 360 triliun. “Bayangkan, kalau saya ingin kita transfer yang belum sejahtera, cash, 0,34 persen gapnya semakin tinggi, tapi harus tepat sasaran.” katanya.

Tetapi suara penolakan terus menggema di dalam negeri, termasuk dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Berikut alasan, mengapa BBM Subsidi ditolak naik.

1. Harga minyak dunia turun

Anggota DPR Kardaya Warnika menilai jika pemerintah menaikkan harga BBM, yang direncanakan pemerintah tersebut di luar prediksinya pribadi, mengingat selama ini pemerintah justru menurunkan harga BBM saat harga minyak dunia juga turun. “Memang indikator perubahan harga BBM itu ada dua, selain harga minyak dunia juga karena kurs, tapi ini tidak relevan,” jelas dia.

Presiden Joko Widodo diminta untuk lebih transparan terkait berapa harga minyak sebenarnya dan alasan apa dirinya menaikkan harga BBM kepada masyarakat. Selisih harga minyak dari yang tercantum di APBNP 2014 dengan harga minyak sekarang yang ada di kisaran 74,29 per barel sebesar 30 persen. Sementara di sisi lain pelemahan nilai tukar rupiah dijelaskannya ?sebesar 5 persen.

“?Kalau diseimbangkan itu masih ada sisa penurunan 25 persen ini ke mana? Jadi saya perkirakan pemerintah akan menurunkan, ternyata malah tidak,” ungkapnya.

2. Pintu liberalisasi pasar

Anggota DPR dan Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon menegaskan, kenaikan harga BBM subsidi, akan menguntungkan SPBU asing yang saat ini masih tidur.

“Jika harga BBM jadi dinaikkan dan harga sudah sama, maka seluruh SPBU asing tertawa terbahak-bahak. Indonesia ironis selalu tunduk kepada asing. Ini pintu liberalisasi,” ujarnya di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (15/11).

Menurutnya, Sampai saat ini, pemerintah yang didukung PDI Perjuangan ini, belum berupaya melakukan pembenahan di sektor energi.

3. Harga bahan pokok naik

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Yogyakarta keberatan dengan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Penaikan BBM di akhir tahun bakal berdampak pada biaya operasional.

“Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi biaya distribusi. Sejak sepekan terakhir, baru ada rencana kenaikan harga, berbagai kebutuhan bahan produksi makanan sudah mengalami kenaikan cukup signifikan,” ujar Ketua IWAPI Fatma Arief Fianti, Sabtu (15/11).

Dia mencontohkan, di sejumlah pasar di DIY, harga cabai kini terus meroket padahal pemerintah belum resmi menaikkan BBM. Di Bantul misalnya, harga cabai bahkan menembus Rp 40.000 per kilogram. Sebelumnya harga cabai masih cukup terjangkau, Rp 10.000 per kilogram. “Pengusaha hanya bisa kreatif menciptakan inovasi produk agar usahanya tidak gulung tikar,” tuturnya.

4. Berantas dulu penyelundupan

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo satu diantara politisi yang menolak BBM naik. “Kalau pemerintah pusat menaikkan harga BBM, saya siap turun ke jalan,” ujarnya Rudy, Jumat lalu.

Menurut Rudy, aksinya tersebut bukan untuk mencari sensasi atau popularitas semata. Dia hanya merasa ikut bertanggung jawab. Sebagai sahabat, dia ingin mengingatkan Jokowi yang pernah berjanji akan memberantas mafia minyak sebelum memutuskan menaikkan harga BBM.

“Kalau beliau merasa sudah berupaya maksimal dalam memberantas mafia minyak dan ternyata harga minyak tetap juga harus dinaikkan dengan menarik subsidinya, maka semua langkah itu harus sampaikan kepada rakyat secara terbuka,” tegas Rudy, Jumat (14/11).

Dia mengingatkan Jokowi sebagai pemimpin baru, agar bisa memilah dan memilih orang-orang yang dipercaya memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan.(Merdeka.com)http://www.merdeka.com/uang/4-alasan-mereka-yang-menolak-harga-bbm-naik/harga-minyak-dunia-turun.html