Gubernur Kepri Ansar Ahmad ziarah ke makam pahlawan Tanjungpinang, Jumat (20/5)

TANJUNGPINANG – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 114 Provinsi Kepri tahun 2022, Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan kegiatan berikutnya, dengan melakukan ziarah makam pahlawan, di Taman Makam Pahlawan (TMP) kilometer 5 Jalan Gatot Subroto Tanjungpinang, Jumat (20/5).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, zaiarah ke TMP sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur, dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

“Para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia, harus kita kenang dan jangan pernah melupakan sejarah. Mari bersama-sama kita mendoakan mereka agar ditempatkan di sisi Tuhan YME,” kata Ansar Ahmad.

Selanjutnya kata Ansar Ahmad, merupakan tugas kita bersama dalam mengisi kemerdekaan yang telah direbut oleh parea pejuang. Tentunya dengan cara melakukan pembangunan yang bermanfaat, demi kesejahteraan masyarakat.

“Jasa para pahlawan tidak akan pernah dapat terbalaskan. Tanpa mereka yang telah berjuang, maka kita belum tentu dapat berdiri ditempat ini seperti sekarang. Sampaikan kepada anak-cucu dan generasi-generasi kita berikutnya,” pinata Ansar Ahmad lagi.

Kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga pada pusara para pahlawan, diikuti para kepala FKPD dan jajaran Pemprov Kepri.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengawali kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 114 tahun 2022 di Provinsi Kepri, dalam bentuk upacara bendera yang langsung ia pimpin, di halaman Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jum’at (20/5).

Dalam kesempatan itu Ansar membacakan pidato dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate.

“Insyaallah kita akan mengakhiri perjuangan menghadapi pandemi Covid-19, makanya saat kita harus bangkit dengan semangat Boedi Oetomo di masa lalu, maka spirit kebangkitan nasional yang kita peringati untuk memicu recovery kesehatan dan perekonomian,” kata Ansar Ahmad.

Menurutnya, diperingatinya Hari Kebangkitan Nasional di tanggal 20 Mei setiap tahunnya, tidak terlepas dari hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo. Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi, ditengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa. Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit, dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa.

“Kiranya, semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini,” ujarnya.(*)