rancang_profesionalisme_kinerja_audit_keuangan

Kundur News – Denpasar. Organisasi lembaga audit keuangan se-Asia (ASOSAI) merancang standar profesionalisme kinerja audit keuangan se-Asia. Perancangan standar profesionalisme kinerja audit keuangan se-Asia sebagai upaya mewujudkan profesionalisme di kalangan audit keuangan.

Hal ini disampaikan Ketua BPK RI Dr Harry Azhar Azis pada pembukaan pertemuan para Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK ) se-Asia, Asia Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) ke  51 Tahun 2017 di Hotel Sheraton Kuta Badung, Senin (13/2).

Azhar Azis mengungkapkan penyelenggaraan ASOSAI yang diinisiasi oleh BPK RI juga membahas langkah- langkah strategis ASOSAI kedepannya sehingga akan dapat menambah pengetahuan para pemeriksa keuangan di kawasan Asia. Termasuk mengidensifikasi potensi  untuk mendukung pencapaian rencana strategis organisasi lembaga pemeriksa Internasional.

Menurut Azhar Azis, pertemuan ASOSAI juga merupakan ajang pertukaran ide untuk mendorong pemahaman para auditor keuangan, termasuk menjalin kerjasama antar lembaga audit keuangan antar negara. Pertemuan yang berlangsung dari tanggal 13-15 Februari 2017 ini  juga  diisi dengan diskusi panel mengenai audit sektor publik serta membahas isu-isu yang berkembang dalam pemeriksaan keuangan di berbagai negara.

Sementara Gubernur Pastika menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan  yang  dihadiri oleh  69 delegasi dari 11 negara se-Asia. Pastika berharap aura atmosfer Pulau Bali yang terkenal dengan pulau seribu Pura, pulau penuh kedamaian, pulau cinta serta julukan lainnya dapat memberi aura dan vibrasi positif bagi para peserta konferensi, sehingga penyelenggaraan konferensi akan dapat menghasilkan hal yang konstruktif, bermanfaat serta dapat memberikan konstribusi nyata terhadap upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Pastika juga berharap dengan penyelenggaraan pertemuan Ketua BPK  se-Asia ini akan dapat mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN). “ KKN itu tidak hanya menjadi masalah di Indonesia, KKN sudah  menjadi masalah besar khususnya bagi negara negara berkembang lainnya. Untuk itu, saya harap dari pertemuan ini dapat memberi konstribusi dalam upaya penanggulangan KKN sehingga penyelenggaraan sistem pemerintahan yang bersih akan terwujud, “ ujar Pastika.*