Bali_siap jadi_tuan_rumah_pertemuan_tahunan_imf_dan_world_bank_2018

Kundur News – Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah bagi pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank 2018 atau IMF-WB (International Monetary Found – World Bank) Annual Meetings (AM) 2018. Kesiapan pemerintah Provinsi Bali tersebut disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan IMF – World Bank Annual Meeting yang dilaksanakan di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (17/3).

IMF-WB (International Monetary Found – World Bank) Annual Meetings (AM) adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur World Bank dan IMF pada setiap bulan Oktober. Pertemuan tahunan tersebut untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global. Pada tahun 2018, Indonesia terpilih menjadi lokasi pelaksanaan acara tersebut yang direncanakan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali.

Pastika mengaku akan segera mengkoordinasikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menunjang perhelatan akbar tersebut. Mengingat pertemuan tahunan IMF dan World Bank akan berdampak positif bagi Indonesia, khususnya Bali. “Ini merupakan hajatan yang sangat besar, akan banyak hal yang kita butuhkan dan saya sangat antusias dengan kegiatan ini, karena ini akan memebrikan dampak positif bagi kita,” jelas Pastika

Pastika berharap panitia lokal segera melakukan identifikasi terkait kebutuhan sarana yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan tersebut. Mengingat pertemuan tahunan IMF dan World Bank merupakan event yang sangat bergengsi karena baru pertama kali di Indonesia. “Nanti tolong segera laporkan ke saya apa saja yang kita butuhkan untuk kita rapatkan lagi dalam hari – hari mendatang supaya segera bisa saya koordinasikan ke pusat,” ujar Mantan Kapolda Bali tersebut.

Sementara Pelaksana Harian Panitia Nasional Persiapan IMF dan World Bank Annual Meeting 2018 Susiwijono mengungkapkan bahwa Indonesia terpilih menjadi Host Government untuk acara tersebut. Indonesia diharapkan mampu menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan tersebut.

Susiwijono menjelaskan IMF dan World Bank Annual Meeting merupakan acara tahunan IMF dan World Bank, sehingga semua pengaturan acara, baik acara pokok maupun acara pendamping (main dan side events) sepenuhnya dikelola oleh IMF dan World Bank, mulai dari substansi acara dan detail rundown pelaksanaan acara.

Susiwijono mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak IMF dan World Bank mengenai lokasi acara dan juga akomodasinya serta mempersiapkan hotel – hotel guna dijadikan kantor bagi para peserta meeting. IMF dan WB mangaku sangat puas dengan fasilitas yang disediakan di Nusa Dua, namun ada sedikit kendala yang harus benar – benar diperhatikan yakni masalah sistem IT mengingat kegiatan mereka tersebut akan disiarkan secara live streaming ke masing – masing negera anggota.

Lebih lanjut disampaikan Susiwijanto, sesuai dengan harapan presiden kegiatan tersebut bukan hanya sukses dalam pelaksanaan namun juga Indonesia diharapkan mampu untuk mengambil benefit dalam kegiatan tersebut, oleh karena itu pihaknya saat ini sedang merancang event – event pendukung yang nantinya mampu memberikan manfaat bagi Indonesia dan Bali khususnya.*