Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB. Wisnuardhana
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB. Wisnuardhana

Kundur News – Denpasar – Pemerintah provinsi Bali menargetkan pengembangan 100 unit simantri selama 2017. Simantri merupakan program sitem pertanian terintegrasi yang mengintegrasikan sektor pertanian dengan berbagai sektor lainnya seperti peternakan, perikanan dan lainnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB. Wisnuardhana di sela-sela acara penyerahan bantuan hibah Simantri Tahun 2017 di Denpasar (Senin, 24/7) menyampaikan untuk tahun 2017 sudah dianggaran dana hibah Simantri  untuk pengembangan 100 unit Simantri baru, akan tetapi dari target tersebut hanya bisa terealisasi 69 unit.

Hal ini disebabkan dari hasil verifikasi dilapangan, 31 calon kelompok pelaksana Simantri belum memenuhi syarat. Kelompok calon Simantri yang gagal diantaranya terganjal kendala ketidak mampuan menyiapkan lahan, ada yang sudah pernah menerima hibah serupa sebelumnya sehingga tidak boleh lagi menerima, maupun adanya permasalahan intern kelompok.

Wisnuardhana menjelaskan ke 69 kelompok penerima hibah Simantri tahun 2017 tersebut telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur dan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), untuk selanjutnya diproses pencairan, yang ditarget pada bulan Agustus dana hibah tersebut sudah ditransfer ke rekening masin-masing kelompok. Dengan penambahan hibah Simantri tahun 2017, maka total Simantri yang tersebar diseluruh Bali berjumlah 701, dan jika ditambah dengan simantri swadaya maka totalnya mencapai 1200 unit simantri.

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyatakan bantuan hibah yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Bantuan hibah diharapkan bisa dikelola dengan baik oleh para penerima sehingga bisa mengembangkan usaha pertanian yang terintegrasi satu sama lain khususnya peternakan serta berwawasan agribisnis yang secara tidak langsung akan mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat.

“Program Simantri ini tidak hanya sekedar peternakan, namun juga dipadukan dengan kegiatan pendukung berupa usaha pengelolaan limbah dengan konsep zero waste, yang bisa menghasilkan Food, Feed, Fertilizer, dan fuel. Dan jika dikelola dengan baik tentu semua kegiatan pendukung tersebut akan menghasilkan uang yang bisa meningkatkan ekonomi pengelolanya,”ujar Sudikerta,

Acara penyerahan bantuan hibah Simantri juga diisi dengan pembekalan teknis bagi para Ketua Kelompok penerima Simantri tahun 2017 serta para pendampingnya, dengan narasumber diantaranya dari Yayasan Biru untuk pengenalan biogas limbah ternak, PT. Asuransi Jasindo Denpasar untuk program Asuransi ternak sapi, serta dari UD. Setia Tani untuk bimbingan teknis pengolahan limbah ternak Simantri menjadi pupuk organik.*