BATAM – Bea Cukai Batam gagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis methamphetamine ata sabu, dengan berat bruto sekitar 490 gram di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (26/9/2026).

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan tiga penumpang berinisial MT, NA, dan YK yang akan melakukan perjalanan dari Batam menuju Jakarta.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo mengatakan, penindakan bermula dari hasil analisis risiko, terhadap sejumlah penumpang pada penerbangan domestik rute Batam–Jakarta. Sekitar pukul 06.00 WIB, petugas melakukan pemeriksaan terhadap tiga penumpang yang menjadi atensi saat berada di area pemeriksaan keberangkatan.

“Dari hasil pengecekan profil dan pemeriksaan, petugas menemukan indikasi bahwa ketiga penumpang membawa barang mencurigakan, yang dibawa secara tersembunyi di dalam tubuh penumpang. Kemudian petugas melaksanakan pemeriksaan secara mendalam untuk memastikan keberadaan barang tersebut, mulai dari pemeriksaan badan hingga pemeriksaan radiologi (rontgen), yang menunjukkan adanya benda asing di dalam tubuh penumpang,” kata Agung Widodo, Jumat (2/10/2026).

Selanjutnya, petugas mengamankan sejumlah bungkusan berisi kristal putih, dengan total berat bruto sekitar 490 gram, terdiri atas sekitar 170 gram dari tersangka MT, 155 gram dari tersangka NA, dan 165 gram dari tersangka YK.

Terhadap barang tersebut kemudian dilakukan pengujian awal, yang menunjukkan indikasi positif sabu. Untuk memastikan jenis kandungannya, sampel selanjutnya diuji di Laboratorium Bea dan Cukai Batam. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, barang tersebut dinyatakan positif mengandung narkotika golongan I jenis Methamphetamine HCl.

“Selanjutnya, kami menyerahterimakan ketiga penumpang beserta barang bukti kepada Polresta Barelang, untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Agung Widodo.

Berdasarkan perhitungan estimatif, dari penindakan 490 gram sabu tersebut diperkirakan sebanyak 2.450 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika, dengan potensi penghematan pengeluaran negara untuk biaya rehabilitasi mencapai sekitar Rp3,92 Miliar.(*)

Previous articleBea Cukai Batam Batam Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Perairan Pulau Bulan, Amankan 506 Ribu Batang Rokok