foto-hanya-ilustrasi-ekonomi
foto-hanya-ilustrasi-ekonomi

Kundurnews – Batam –  Bank Indonesia memperkirakan angka pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau meningkat seiring dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi di provinsi kepulauan itu.

“Perlambatan kinerja sektor-sektor ekonomi utama menyebabkan penurunan kebutuhan tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran cenderung meningkat,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam Kepri, Selasa (22/11/2016) yang dikutip dari laman wartaekonomi.co.id

BI menghitung, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2016 mencapai 7,69 persen, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 5,63 persen.

Secara sektoral, penurunan serapan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan konstruksi, sejalan dengan penurunan kinerja kedua sektor itu.

“Karena masih lemahnya tingkat permintaan produk industri maupun konstruksi maka kebutuhan tenaga kerja juga berkurang,” kata dia.

Sementara itu, BI dalam kajian ekonomi dan keuangan regionalnya menyatakan perekonomian Kepri pada triwulan III 2016 melambat dibandingkan triwulan II 2016.

Gusti menyatakan pertumbuhan ekonomi triwulan III 2016 hanya sebesar 4,64 persen (yoy), lebih rendah dari pada triwulan II sebesar 5,5 persen (yoy).

Investasi melemah menjadi 0,11 persen (yoy)setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh 8,63 persen (yoy), akibat kontraksi PTMB subsektor bangunan sebesar 4,35 persen (yoy)yang menurun signifikan dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 11,32 persen (yoy).

Investasi swasta terbatas hingga menekan sektor konstruksi yang tumbuh 3,84 persen (yoy), melambat dibanding triwulan sebelumnya 4,44 persen (yoy).

Sementara sektor pertambangan dan penggalian terkontraksi 2,01 persen (yoy), relatif membaik dibanding triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 3,52 persen (yoy), ditopang peningkatan “lifting” minyak bumi serta peningkatan harga minyak.*

 

 

(wartaekonomi)