nelayan antri solar.JPG-1407818002
Gambar Ilustrasi BBM

;

 

 

 
Lazada Indonesia

 

Kundur News,

Keresahan yang sekarang dialami masyarakat Kundur tidak hanya pada saat kenaikan BBM saja. Namun pada saat penurunan harga terhitung 01 Januari lalu oleh Presiden R.I Joko Widodo, kini menjadi polemic yang berkepanjangan. Disamping penurunan harga yang dianggap ‘tanggung’, hanya Rp 900,-, namun yang diturunkan para pengencer dilapangan khusunya para kios pengencer hanya Rp 500,-

Khaidir saat ditemui dilapangan, mengatakan dari pada harga BBM turun, lebih baik tidak usah turun dari pada membeli BBM jenis bensin yang menyakitkan hati. “Dari pada turun menyakitkan hati, lebih baik tak payahlah”. Kita beli satu litre bensin harga Rp.9.000,- itu tak jadi masalah, karena tidak ada kembalian. Tapi kalau kita beli 4 litre, yang seharusnya seliternya Rp.8600, pun 4 liter dikalikan 9.000,-“.

Sama halnya dengan Joko di KM 4 yang sehariannya pedagang sayur. Menurut beliau pada saat naik, semua secara otomatis di kios kios pengisian BBM khususnya jenis bensin naik. Dan pada saat turun, mulai para pengencer berdalih ini minyak stock lama. Padahal BBM naik dari 01 januari sampai sekarang minyaknya tak habis habis.

Kemudian menurutnya lagi, seharusnya para camat mesti memanggil pengencer pengencer BBM untuk menentukan harga. Jadi para pemilik kios tidak seenaknya aja memberikan harga ke masyarakat.

Yanto, dari pihak pemasok BBM, Kundur Mas, mengatakan, bahwa mulai dari tanggal 01 januari kemarin, pihaknya sudah menurunkan harga. Tak peduli apakah minyak setok lama atau stock baru.

Data yang kami peroleh dari Agen al :

Untuk pengencer :

Bensin. harga lama Rp. 8.500,- turun Rp.900,- menjadi Rp.7.600,- dikali 1 drum 200 Lt + Ongkos Rp.13.000

Solar. harga lama Rp. 7.500,- turun Rp.250,- menjadi Rp.7.250,- dikali 1 drum 200 Lt + Ongkos Rp.13.000

 

Dari kios ke Masyarakat :

Bensin. harga lama Rp. 9.500,- turun Rp.900,- menjadi Rp.8.600,-

Solar. harga lama Rp. 8.500,- turun Rp.250,- menjadi Rp.8.250,-

 

Kasitrantip Pol PP Kundur, M.Zen Alief,SE, saat di hubungi mengatakan, sampai saat ini dari pihak kecamatan, masih menunggu surat edaran dari Kabupaten Karimun. “Kami belum bisa menentukan harga tanpa ada edaran resmi dari Pemkab Karimun” Ujar Jejen kepada wartawan. Sambil mengaakhiri

Menurt Salah seorang pemilik kios BBM, sebut saja si ‘A’ saat ditanya harga BBM mengatkan, menurutnya harga BBM Rp 9.000,-.. “Harga satu litre 9.000. tapi kalau sama abang wartawan saya jual Rp.8.600. ambilah 10 litre. Tapi jangan kasi tau orang ya?.” Ujar salah satu pemilik kios pengencer

Menurutnya sampai saat ini camat belum ada memberikan harga satuan. Sehingga ianya mengambil kebijakan sendiri.

Hitungan kasar, jika sehari BBM jenis bensin menghabiskan 30 Drum dikalikan 200Lt/drum = 6.000 Litre

6.000 Lt dikalikan Rp 400,- = Rp. 2.400.000,- perhari

Jika 30 hari dikalikan 2.400,000,- = 72.000.000,- (Tujuh puluh dua juta) per 30 hari. Masyarakat kundur di rugikan, dan dlm hal ini, siapakah yang mau bertanggung jawab?.

 

Ags.