Durai – Masyarakat desa Sanglar, Kecamatan Durai, minta pemerintah daerah membangun sebuah pelabuhan laut agar dapat mempermudah akses masyarakat desa ke ibu kota Kabupaten Karimun. Pelabuhan yang ada saat ini dianggap terlalu dangkal sehingga tidak mampu disinggahi kapal-kapal berbagai tujuan, seperti ke Karimun, pulau Batam dan Sungai Guntung.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh pemuda desa Sanglar, Razali, saat pertemuan salah satu anggota DPRD Provinsi, Raja Bahtiar dan anggota DPRD Karimun R Rafiza, saat reses di desa Sanglar, pada Ahad (08/12/2019).

Dikatanya juga, untuk menuju ke ibu kota Kabupaten, masyarakat Sanglar harus mengeluarkan dana hingga ratusa juta rupiah.

“Pelabuhan yang ada saat ini terlalu dangkal yang hanya mampu disandari kapal-kapal kecil seperti pompong. Untuk ke pulau-pulau lainnya kami terpaksa harus menggunakan pompong terlebih dahulu menuju ke Tanjungbatu, baru kemudian nyeberang ke pulau lainnnya,” kata Razali.

Kegiatan reses kedua tokoh partai Golkar itu, disambut hangat oleh hampir seluruh masyarakat Sanglar.

Segala keluhan dan permintaan dari masyarakat Sanglar itu, telah diterima kedua anggota DPRD, baik Karimun dan Kepri, untuk selanjutnya akan dilakukan pembahasan.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, camat Durai, Kades Sanglar dan sejumlah toga dan todat.*