Deteksi Diabetes – Deteksi dini diri kita penting dilakukan untuk mengetahui apakah punya potensi diabetes. Mudah-mudahan saja belum, namun jika sudah bahkan pada kondisi terlanjur parah, komplikasi dan bahkan hal terburuk hingga berujung ke unit gawat darurat, hal ini pasti akan menjadi sulit, dan membutuhkan waktu yang lama hingga dapat diatasi.

Nah, bagi yang belum mengetahui apa itu diabetes, bagaimana caranya untuk kita mengetahui diabetes?

Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh.

Bagaimana Mengetahui Tanda-Tanda Diabetes?Penderita-Hipertensi-berisiko-Terkena-Diabetes

Penderita diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :

  • Luka susah sembuh
  • Haus dan banyak minum
  • Suka lapar dan banyak makan
  • Mudah mengantuk
  • Sering kencing
  • Berat badan menurun
  • Mata kabur
  • Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
  • Nyeri pada tangan atau kaki
  • Badan terasa lemah

Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.

Cek kadar gula darah dengan 2 cara :
– Gula darah puasa
– Gula darah sesaat (2 jam setelah makan)

Angka kadar gula darah :

  1. Kadar gula darah puasa :
    • Normal = kadar gula < 100 mg/dl
    • Pre Diabetes = kadar gula 100-125 mg/dl
    • Diabetes = kadar gula > 125 mg/dl
  2. Kadar gula darah sesaat :
    • Normal = kadar gula < 140 mg/dl
    • Pre Diabetes = kadar gula 140-200 mg/dl
    • Diabetes = kadar gula > 200 mg/dl

Bagaimana-Mencegah-Kadar-Gula-Darah-Naik

Faktor Penyebab Diabetes:

Diabetes Tipe 1 :

  • Terjadi karena factor genetis (keturunan)
  • Kelenjar pankreas rusak, sehingga produksi insulin (hormon penurun kadar glukosa darah) gagal total
  • Penderita ini harus suntik insulin

Diabetis Tipe 2 :

  • Terjadi karena gaya hidup tak sehat
  • Pankreas terus menerus bekerja berlebihan sehingga terjadi kerusakan – produksi insulin tidak lagi optimal
  • Obesitas faktor utama penyebabnya (resistensi insulin)

Penyebab yang Bisa Dikontrol

Faktor penyebab yang kedua ini disebabkan karena gaya hidup seseorang. Beberapa diantaranya adalah:

  • Kebiasaan Merokok

Merokok selain buruk untuk pernapasan, juga berbahaya bagi timbulnya penyakit diabetes. Cara terbaik tentu dengan mengurangi dan menghentikan kebiasan ini.

  • Obesitas atau Kegemukan

Meski bukan satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit diabetes.

  • Pola Makan Tak Sehat (suka makan makanan manis/tinggi karbohidrat)

Makanan yang mengandung gula, tetapi rendah serat ditengarai sebagai sumber bahan pangan dan menyumbang kemungkinan diabetes lebih tinggi bagi seseorang.

  • Jarang dan Malas Berolahraga

Kondisi pasif, kurang bergerak, dan malas berolahraga menjadikan tubuh sangat berisiko untuk terkena diabetes.

  • Penderita Hipertensi berisiko Terkena Diabetes

Hipertensi juga disinyalir turut menyumbang tingginya angka penderita diabetes sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi.

  • Tingginya Kadar Kolesterol

Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35mg/dL, serta kadar trigliserida yang lebih dari 250mg/dL ditengarai jadi penyumbang penyakit diabetes. Karenanya memperhatikan kadar kolesterol adalah satu hal yang penting.

  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta obesitas.

 

Bagaimana Mencegah Kadar Gula Darah Naik?

Olahraga dan buat badan tetap bergerak
Olahraga dan buat badan tetap bergerak

1. Olahraga dan buat badan tetap bergerak

American Diabetes Association merekomendasikan agar tiap orang, telebih pasien diabetes, tetap aktif bergerak dan olahraga. Olahraga selama 30 menit, seperti aerobik atau hanya sekadar jogging, bisa menurunkan kadar gula darah dan menjaga kadar gula darah normal.

Olahraga juga bisa membantu tubuh Anda menjadi lebih peka terhadap insulin. Bila Anda berolahraga, kadar kolesterol total dan trigliserid dalam tubuh pun akan berkurang. Di mana ini juga bisa meningkatkan kolesterol HDL ‘kolesterol baik’.

2. Jaga pola dan asupan makan pasien diabetes

Jaga pola dan asupan makan pasien diabetes
Jaga pola dan asupan makan pasien diabetes

Pasien diabetes harus tahu dan selalu memilih makanan sehat, karena ini sudah menjadi bagian perawatan diabetes Anda. Awalnya mungkin akan terasa sulit karena harus mengubah kebiasaan makan. Lakukanlah secara bertahap, ubahlah kebiasaan makan yang paling mudah untuk Anda.

Bila Anda berhasil melakukan ini, teruskan sampai Anda memiliki kebiasaan makan makanan bergizi. Memang, awalnya akan sulit dilakukan, tapi Anda bisa meminta dolter atau ahli gizi untuk membantu Anda merubah pola makan sehari-hari.Pola makan sehat ini akan membantu Anda menjaga gula darah normal.

Untuk menjaga asupan pola makan tetap sehat, dan Anda tidak harus tersiksa menahan diet sehat ini, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti. Lakukan tips berikut untuk membantu merencanakan pola makan sehat:

Pilih menu makanan yang sehat dan sesuai dengan kondisi tubuh

Selalu sertakan sumber karbohidrat sehat dalam menu makan harian Anda seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang polong, dan makanan olahan susu rendah lemak. Makanan ini banyak mengandung vitamin, mineral, dan serat makanan. Menjadi pasien diabetes bukan berarti Anda harus total menghindari makanan berkabohidrat, Anda hanya harus memilih sumber karbohidrat yang sehat.

Jauhi gula dan ganti dengan pemanis buatan yang aman

Pemanis yang rendah kalori, biasanya mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin dalam tubuh, sehingga membantu Anda dalam mengontrol gula darah. Hindari semua jenis minuman manis termasuk soda, jus buah, minuman olahraga, dan yang lainnya.

Jika Anda ingin makanan manis, makanlah dengan porsi kecil. Gula darah sewaktu Anda terlalu banyak makan makanan manis bisa meningkat dan malah memperburuk kondisi diabetes Anda.

3. Jaga suasana hati dan kelola stres

Jaga suasana hati dan kelola stres
Jaga suasana hati dan kelola stres

Dokter dan para ahli kesehatan sudah lama menganjurkan orang dengan diabetes untuk selalu menghindari stress. Pasalnya, hormon yang akan muncul ketika stres adalah adrenalin dan kortisol, yang mana kedua hormon ini juga berfungsi untuk meningkatkan gula darah untuk meningkatkan energi dalam tubuh.

Tanpa Anda sadari, stres yang Anda alami ini bisa menguras energi dan tenaga yang ada di dalam tubuh yang seharusnya dipakai untuk beraktivitas. Oleh karena itu tidak jarang orang yang mengalami stres juga sering kali merasa cepat lelah.*