Kundur News.

Pembangunan PUSKESMAS Plus Tanjung Batu yang konon kedepannya akan menjadi RSUD Kundur, saat ini proses pembangunan sudah hampir mencapai ke tahap awal. Dengan kata lain pengerjaan bangunan jadi sudah hampir selesai. Selama proses pembangunan, mulai dari awal pengerjaan hingga saat ini, proses pengerjaan yang diduga asal jadi tersebut, kian menjadi buah bibir masyarakat, terutama masalah kekuatan pisik bangunan. Baik dari pailing atau sasak pondasi, ukuran ketebalan baja pondasi bangunan hingga batuan cor untuk lantai. Dan masih banyak lagi hal lainnya.

Untuk pailing misalnya, yang seharusnya menggunakan K300 yang layaknya didatangkan dari Batam, kini dibuatnya sendiri di lokasi. Sesuai dengan RAB Pemasangan Pailing menelan anggaran hingga Rp.5.557.949.630,70.  Sebanyak 1.005 titik, dengan kedalaman 4Meter. diduga pemasangan pailing disini sangat tidak mencukupi angka 1000. Dan kedalaman tidak mencapai 4Meter. Kemudian penggunaan baja pondasi dan slop, Menggunakan baja atau besi mayoritas ukuran hanya 12 MM. Kemudian bahan campuran cor untuk lantai, menggunakan batu 3/4 yang banyak malah menggunakan batu yang diambil dari produksi masyarakat, atau dengan kata lain, pihak perusahaan lebih banyak menggunakan batu yang diambil dari masyarakat ketimbang batu yang diambil dari proses mesin. Karena batu yang diambil dari masyarakat harganya jauh lebih miring.

Roni Konsultan Perusahaan  PT.PULAU BINTAN BESTARI. Konsultan Perencana : PT.WASTU ASRINDO RIAU.  Saat di konfirmasi di Restoran Gembira baru baru ini mengenai struktur bangunan diatas , mengatakan bahwa pembangunan rumah sakit sudah sesuai dengan kualitas. “Pengerjaan yang kami lakukan sudah sesuai dengan kualitas. Atau sudah sesuai dengan standar bangunan”.IMG_6353

Sedangkan menurut suber yang namanya tidak mau disebutkan disini mengatakan, Fisik kekuatan bangunan yang saat ini dikerjakan, sangat meragukan, jumlah anggaran yang dikeluarkan sangat tidak sesuai dengan bangunan yang dibuat. Bersambung,..(YD)