DPC Barisan Muda Tionghoa dikukuhkan

barisan muda tionghoa

Kundur News.

KARIMUN  –  Dewan Pengurus Cabang (DPC) Barisan Muda Tionghoa Indonesia (BMTI) Tanjungbatu periode 2016-2020, jumat malam, melaksanakan pengukuhan di Balai Sri Gading Tanjungbatu kota.

Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang ditandai dengan penyematan lencana terhadap ketua DPC yakni sdr Ruslan dan dilanjutkan dengan pengurus pengurus lainnya.

Ketua DPP BMTI yang berpusat di Batam, Radius Awie mengatakan tujuan dibentuknya BMTI agar dapat membantu masyarakat, terutama di bidang hukum dan bidang sosial. Mempererat hubungan antar suku dan mengikis segala usaha yang dapat menimbulkan konflik antar suku.

BACA :  Bupati Karimun Sampaikan Tahniah Kepada Kepengurusan HIMAP2K Priode 2021-2022

Dengan visi membangun keharmonisan berdasarkan keadilan menuju Kesejahteraan Indonesia.

“Memiliki misi memberikan perlindungan hukum kepada Masyarakat serta pelayanan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Lebih lanjut Radius mengungkapkan BMTI ini mencerminkan bagaimana generasi muda dalam memperhatikan adat dan kebudayaan Tionghoa.

“Saya yakin pengurus BMTI akan mengembangkan budaya Tionghoa dan mencerminkan kaum Tionghoa yang bersahabat dengan masyarakat dalam kehidupan,” ucapnya.

BACA :  (FOTO) Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Buka STQ Kabupaten Karimun Ke XIII Tahun 2021

Sementara itu, Bupati Karimun H. Aunur Rafiq mengatakan, dengan dilantiknya pengurus BMTI Tanjungabatu tersebut agar dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dengan membuat berbagai kegiatan-kegiatan.

“BMTI harus bisa berperan besar dan berkontribusi untuk kemajuan Pulau Kundur. Meningkatkan SDM yang berkompeten di bidangnya dengan demikian kedepannya BMTI Tanjungbatu dapat terus berjaya dan menjalankan visi misinya dengan bail,”. Ujar Rafiq.

BACA :  Ini Permintaan Tim Pemenangan Aunur Rafiq-Anuar Hasyim, Pada Tasyakuran atas Terpilihnya Kembali Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karimun

Rafiq juga berharap kepada BMTI kedepan agar dapat membaur dengan organisasi yang telah ada di Pulau Kundur. Dan jangan sampai menjadi organisasi yang exklusif, namun menjadi organisasi sosial yang dapat menyatu dengan yang lainnya.

Pengukuhan berlangsung sederhana yang berakhir dengan temu ramah dan foto bersama.*