Sudah sejak lama Pulau Ibiza di Spanyol menjadi tujuan utama para pecinta dunia gemerlap. Pesta-pesta yang digelar setiap malam gila-gilaan. Bahkan DJ Milinka menyebut Ibiza bak Mekkah bagi para pecinta dugem.

“Nggak cukup satu minggu di sana. Klub yang keren banyak banget. Jadi kalau ada party, di sana itu DJ utamanya malah baru muncul jam 05.00 pagi,” kata DJ Milinka saat berbincang dengan merdeka.com, pekan lalu.

Milinka juga salah satu DJ (diskjockey) dari Indonesia yang pernah main di Ibiza. Bukan perkara gampang sampai diizinkan main di surganya clubbers tersebut.

“Pertama kali main di sana, saya bekerja sama dengan promotor dunia, saya undang salah satu DJ untuk manggung di Indonesia dan mereka juga lihat cara saya perform, dan pada saat itu saya dibilang, oh milinka you’re suck, kamu bisa main di Ibiza,’ kata wanita berambut pirang ini.

“Tapi bukannya saya ciut apa gimana tapi ya saya coba, kirim lagu saya juga ke sana, akhirnya suatu saat dikasih kesempatan main di sana dan kebetulan langsung happening. Pertama kali main itu juga tangan gemeter banget sampai saya pura-pura tegangin ini tangan,” lanjutnya.

Walau sangat heboh, enaknya dugem di Ibiza jarang orang norak. Tak ada yang mengacau dan bikin rusak suasana seperti yang terjadi di kelab-kelab murahan. Mungkin karena yang ke Ibiza rata-rata golongan berduit. Petugas keamanan pun sigap mengeluarkan mereka yang rese.

Pesawat ke sana aja berapa duit, Bayar karcis masuknya aja 50 euro, 1 gelas 30 euro, air mineral aja 18 euro,” kata wanita blasteran Serbia dan Aceh.

“Jadi kalau ada orang yang mau macem-macem ya jelas diusir. Terus misal kalau ada yang pake narkoba dan ketahuan langsung ditangkep. Pokoknya rese-rese ya diangkutlah. Karena kan rata-rata mereka mau liburan. Kalo ada yang kampungan ya diusir,” kata Milinka.

 

 

(merdeka.com)