Kundur News – Denpasar – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerukan kepada anggota Islamic Development Bank (IDB) untuk menjadikan investasi sebagai salah satu jalan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Mengingat kemiskinan dapat menjadi salah satu akar munculnya konflik. Seruan tersebut disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla saat membuka The 3rd Islamic Development Bank (IDB) Member Countries Sovereign Investments Forum di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Senin (10/4).

Menurut Jusuf Kalla, investasi harus menjadi salah satu jawaban dalam mengatasi kemiskinan. Sehingga kedepan perlu adanya strategi bersama dalam mengembangkan investasi yang memberi konteribusi bagi pengentasan kemiskinan. “Investasi tjdak hanya bicara soal return tapi juga bicara soal mengatasi konflik dan hubungan yang lebih baik,” kata Wapres.

BACA :  Sebanyak 27 Desa Wajib Mengungsi Pasca Meningkatnya Status Gunung Agung

Sedangkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Menurutnya pembangunan infrastruktur menjadi multiplier effect untuk peningkatan ekonomi di Indonesia.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Oleh karena itu peran sektor swasta melalui investasi sangat penting untuk mewujudkan program prioritas pemerintah. “Acara ini menjadi tempat yang strategis untuk menunjukkan potensi investasi di Indonesia,” ujar Sri Mulyani.

Sementara Gubernur Pastika mengatakan Provinsi Bali saat ini sedang tumbuh pesat khususnya di bidang pariwisata yang ditunjang oleh kekayaan alam, budaya dan adat yang dipengaruhi agama Hindu. Menurutnya masih banyak sektor di Bali yang membutuhkan permodalan seperti pariwisata, bandara, infrastruktur dan olahraga internasional.

BACA :  Gubernur Bali Dorong Akselerasi Program Pembangunan

investasi_harus_menjadi_jalan_pengentasan_kemiskinan_2“Maret lalu, Bali dikunjungi Raja Salman dari Arab Saudi beserta rombongannya. Bahkan mereka memperpanjang liburannya di Bali selama beberapa hari. Raja Salman akan menjadi promosi yang baik, karena Bali sangat aman dan mudah dicintai,” kata Mangku Pastika.

Pastika juga mengatakan setelah kunjungan Raja Salman dan event tahunan IDB, Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan akbar International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia yang rencananya akan dihadiri sebanyak 15 ribu peserta. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2018.

Kepercayaan terhadap Bali yang menjadi penyelenggara event akbar menjadi bahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk mengajak investor dari negara-negara anggota IDB menanamkan modalnya di Provinsi Bali.*

BACA :  Evaluasi Operasional RSBM, Pemprov Bali Datangkan Tim Ahli dari Darwin Australia