gubernur_bali_minta_tindaklanjut_pembangunan_plts_di_bali

Kundur News – Denpasar – Gubernur Bali Made mangku Pastika meminta pemerintah pusat melalui PT. PLN Distribusi Bali untuk merealisasikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali. Dimana sebelumnya pemerintah berencana membangun PLTS di Bali, namun rencana tersebut hingga kini belum terrealisasi.

Permintaan tersebut disampaikan Made mangku Pastika saat menerima audensi General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Distribusi Bali Sandika Aflianto di ruang kerja Gubernur Bali, Rabu (12/4).

Menurut Pastika, Bali sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan siap mendukung program pemerintah pusat. Apalagi sebelumnya Apalagi Presiden Joko Widodo mencanangkan Bali sebagai Clean Energy Center of Excellence (CoE) pada tahun 2019. “Kami mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap Bali, kami akan mendukung apa pun itu. Saya yakin sudah ada studi yang matang,” kata Pastika.

Pastika menyebutkan rencana pembangunan PLTS di Bali sebelumnya terhenti karena ada pergantian menteri, oleh karena itu Pastika berharap rencana tersebut bisa diingatkan kembali. Pengembangan PLTS sendiri sudah dilakukan di Kantor Gubernur Bali dengan pemasangan Smart Grid di atas lapangan tenis.

GM PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto mengatakan penetapan Bali sebagai Clean Energy CoE sudah masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2017-2026 yang baru saja disahkan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Masih terkait RUTPL, Aflianto mengatakan pihaknya bermaksud untuk meningkatkan kapasitas cadangan listrik di Bali (reserve margin) hingga 100 persen.

Selain itu, sedang ada upaya kerjasama antara PLN Distribusi Bali dengan Perusda Bali untuk membangun PLTS yang dikombinasikan dengan agriculture tourism.

Langkah ini tentunya akan semakin mendukung upaya mewujudkan Bali Clean and Green. Namun, mengingat sifat renewable energy seperti tenaga surya yang belum bisa diandalkan sepenuhnya, harus ada backbone yang akan diambilkan dari Paiton.

Oleh sebab itu diperlukan Bali Crossing yang akan menyuplai 2000 MW listrik melalui udara. Menurutnya langkah ini akan mengamankan kebutuhan listrik di Bali hingga sepuluh tahun ke depan.

Pertemuan ini juga membahas soal upaya menjadikan sampah menjadi energi listrik dan penggunaan motor listrik di Bali. Kedua pihak sepakat bahwa kedua rencana tersebut harus segera terealisasi dalam waktu dekat.

Pertemuan ini dihadiri jajaran PLN Distribusi Bali, Kepala Perusda Bali Nyoman Baskara, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Provinsi Bali Ida Bagus Arda serta pihak-pihak terkait.*