Makan Lakse bersama sebanak 1800 porsi pada HUT Karimun
Makan Lakse bersama sebanak 1800 porsi pada HUT Karimun

Kundur News – KARIMUN – Kabupaten Karimun akhirnya meraih rekor muri dengan menyediakan menu makanan tradisional masyarakat Melayu berupa lakse sebanyak 1800 porsi, yang dihidangkan di lapangan Coastal Area, Sabtu sore (14/10).

BACA : HUT Kabupaten Karimun Dimeriahkan Dengan Pawai Pembangunan dan Pawai Budaya

Lakse adalah makanan tradisi Melayu Riau Kepri dari zaman ke zaman, yang hingga kini terus dilestarikan. Lakse berbentuk lebih tebal dari Mi, yang terbuat dari bahan sagu, dihidangkan bisa disirami kuah kari ataupun bisa di goreng, layaknya nasi goreng.

BACA :  Hadiri Peringatan Dirgahayu KBPP Polri ke-19, Bupati Karimun Ajak Tingkatkan Rasa Persatuan

Pada kesempatan makan lakse itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq menjelaskan, 1800 porsi lakse merupakan gambaran dari angka 18 tahun usia Kabupaten Karimun. Yang pada awalnya tidak terpikirkan akan menyediakan 1800 porsi. Namun karena atas inisiatif dari Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparbud) maka dibuatlah sajian lakse yang dinilai mampu meraih rekor MURI.

BACA :  Bupati Karimun Mewisuda Santriwan-Santriwati TPQ se-Kecamatan Kundur Di Desa Sei Sebesi

“Lakse sudah menjadi ciri dari masyarakat kita di Kabupaten Karimun. Potensi bahan bakunya berupa sagu masih sangat banyak dan terdapat di pulau-pulau. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucap Rafiq.

Menurutnya, maksud dari kegiatan pemecahan rekor MURI itu bermula dari akan digelarnya santapan jajanan nusantara dengan tema makan lakse. Namun ide dari Disparbud pun disambut baik, sehingga pihak MURI pun menilai mengaku memang belum pernah ada catatan rekor dengan tema makan lakse dalam jumlah porsi terbanyak.

BACA :  Bupati Karimun Wisuda Ratusan Santri TPQ se-Kundur Utara Tahun 2022

“Semoga apa yang kita raih ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga Kabupaten Karimun,” tutupnya.*

Previous articleHUT Kabupaten Karimun Dimeriahkan Dengan Pawai Pembangunan dan Pawai Budaya
Next articleMasa Keadaan Darurat Gunung Agung Diperpanjang