Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan

Kundur News – Tanjungbatu – Kondisi udara di beberapa wilayah Kundur kini mulai berkabut asap, terutama pada pagi hari. Kebakaran Hutan dan lahan dan hutan semak belukar akibat panasnya suhu udara dan hujan tidak kunjung turun.

Kondisi ini juga makin diperparah dengan tiupan angin yang kencang, yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di Sei Sebesi Kundur itu semakin cepat merambah ke wilayah lainnya.

“Ini dampak dari kemarau berkepanjangan dan angin kencang, sehingga kebakaran lahan tersebut tak dapat terhindarkan,” ucap salah satu warga Desa Sei. Sebesi, Azman yang rumahnya tak jau dari lahan yang terbakar.

Menurutnya, warga sekitar kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan kobaran api tersebut. “Air di parit sudah mulai mengering apa lagi sumur-sumur rumah warga pun sudah mulai ngering. Karena dampak dari musim kemarau ini,”ungkapnya.

Plt Kepala Desa Sei. Sebesi Rudiyanto meminta agar masyarakat yang tinggal di lokasi kebakaran hutan dan lahan dapat waspada.“Instansi terkait telah memantau titik mana saja terjadi Kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan bagi masyarakat bisa waspada guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan,”ungkapnya.

Pasalnya, ancaman kebakaran itu dinilai serius. “Jika terlanjur terbakar akan sulit diantisipasi agar tidak meluas. Air untuk menyiram api pun susah didapat karena kekeringan. Apalagi jika sampai terbakar di lokasi lahan gambut yang apinya bisa bergerak di dalam tanah, sehingga tiba-tiba terlihat meluas dan memproduksi asap yang membuat udara berkabut,”katanya.

Lebih lanjut Rudi mengatakan hingga kini Kebakaran Hutan dan lahan sudah mencapai 100 hektar lahan yang terbakar sejak dua minggu terakhir. Kebakar dimulai dari Parit Seratus hingga menyebar ke Parit Baru.

“Kita khawatir air saja untuk memadamkan api disaat musim kemarau ini. Untuk pemadaman api masyarakat juga dibantu pemadam kebakaran dari Pol PP Kecamatan Kundur,” ujar Rudi.*

Oleh : z